Abu Hasan-Ramadio Siap Terima Apapun Putusan MK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Abu Hasan-Ramadio Siap Terima Apapun Putusan MK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buton Utara, Abu Hasan – Ramadio sampai saat ini masih stand by di Jakarta. Pasangan yang berhasil mengumpulkan suara terbanyak mengalahkan incumbent dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015 itu mengaku siap menerima apapun keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan disampaikan pada, Senin (18/1) dalam sidang putusan Sela.

“Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pimpinan sidang, bahwa para pemohon dan termohon akan dipanggil Senin, (18/1). Dan sampai hari ini, saya dengan Pak Ramadio belum mendapat penyampaian dari pihak termohon dalam hal ini KPU dan pengacaranya. Tapi hampir pasti bahwa hari Senin itu sudah akan dimulai sidang putusan sela,” jelas Abu Hasan di Jakarta, Sabtu (16/1).

Mengingat banyaknya gugatan dalam sengketa perolehan hasil pemilihan kepala daerah, bisa jadi khusus untuk sidang putusan sela lima daerah di Sultra akan dilaksanakan pada tanggal 19 atau 20 Januari (Selasa atau Rabu, red). “Jadi tidak mungkin selesai satu hari, mungkin bisa Selasa dan Rabu. Kita belum tahu pasti jadwal untuk sultra, apakah hari Senin atau hari-hari berikutnya,” ujarnya.

Meski demikian, Abu Hasan – Ramadio mengaku telah mempersiapkan diri apapun keputusan yang akan diambil oleh hakim MK. Disamping itu, meski tidak ada kekhawatiran, Abu Hasan juga mengaku tidak mau terlalu bergembira secara berlebihan.

[NEXT-FAJAR]

“Pada prinsipnya kita sudah siap mendengarkan putusan sela dari hakim panel MK. Kita tidak mau bergembira terlalu berlebihan, apalagi memberikan angin surga kepada masyarakat berdasarkan cerita-cerita atau karangan dan halusinasi dari orang-orang tertentu,” tambahnya.

Selama dua kali proses persidagan yang dilakukan oleh MK, pihaknya juga selalu memberikan informasi kepada para pendukungnya mengenai substansi selama proses persidangan. Hal itu dilakukan agar para pendukungnya baik yang berada di Jakarta maupun di Buton Utara (Butur) memiliki informasi yang sama dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Contohnya, besok itu bukan keputusan final, tapi keputusan sela. Intinya persidangan lanjut atau dihentikan. Apa yang terjadi di MK itu juga yang secara utuh kita sampaikan di Butur sehingga mereka tidak khawatir dan senang berlebihan,” katanya.

Menanggapi informasi atau isu-isu yang beredar bahwa untuk lima daerah di Sultra yang perkaranya bakal dilanjutkan hanyalah Kabupaten Muna, Abu Hasan enggan untuk berandai-andai. Namun, lanjut Abu Hasan dengan melihat dinamika di persidangan, pihaknya optimis bahwa di Sultra hanya Kabupaten Muna yang bakal berlanjut ke persidangan selanjutnya.

“Tapi disisi lain kami juga berharap hakim MK bisa memutuskan dismissal atau penolakan khususnya gugatan di Butur, karena dengan alasan bukan hanya soal legal standing, tapi soal materi gugatan yang sesungguhnya bukan objek yang diperkarakan di MK. Tapi apapun keputusannya pasca sidang nanti saya kira siapapun harus bisa menerima dengan jiwa besar dan masing-masing kembali ke daerah dengan tetap menjaga silaturahmi,” tutupnya. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top