Cobalah Nikmati Saat-saat Patah Hati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Interest

Cobalah Nikmati Saat-saat Patah Hati

Cobalah Nikmati Saat-saat Patah Hati

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Patah hati menjadi satu paket ketika anda siap untuk jatuh cinta. Patah hati memang wajar, namun dari sisi kejiwaan normalnya ternyata hanya membutuhkan waktu enam bulan saja. Spesialis kejiwaan Rumah Sakim Haji Makassar, dr Mutmainnah Basit Sp KJ menjelaskan bahwa patah hati berarti perasaan sedih karena ada sesuatu yang hilang. Sesuatu yang tadinya menjadi milik kita menjadi bukan milik kita lagi.

Dalam kejiwaan, lanjutnya duka atau masa galau karena kehilangan terdiri dari lima tahapan. Pertama adalah fase Denial. Pada fase ini seseorang yang patah hati menolak mengakui bahwa kedukaan itu ada. Selanjutnya tahap kedua yakni angry atau marah. Pada fase ini seseorang menjadi marah karena menyadari apa yang dialaminya benar-benar terjadi.

Selanjutnya disebut tahap bargaining. Pada tahap ini seseorang berusaha untuk kompromi dengan keadaan. Selanjutnya yang keempat adalah tahap depression. Pada pase ini orang yang patah hati akan merasah sedih dan terpuruk karena sadar bahwa semua harapan lenyap. The last, acceptance. Pada fase ini adalah fase penerimaan dan sudah saatnya melangkah ke depan. “Tahapan-tahapan ini normalnya dilalui kurang lebih enam bulan saja,” katanya.

Nina, sapaannya menambahkan kalau tahapan-tahapan ini berjalan baik,rasa duka akan berkurang dan seseorang bisa move on lagi. Tapi kalau sesudah putus kemudian telahmelalui fase depresilantas bukannya masuk ke fase penerimaan tetapi malah kembali ke fase denial, maka akan membuat kedukaan dan sakit hati terus berlanjut.

Ditemui terpisah, psikolog Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Asniar Khumas mengungkapkan, orang yang patah hati adalah orang yang memiliki hubungan dengan seseorang tanpa ikatan. Kondisi ini diistalahkan pacaran.

Saat patah hati, menurut Asniar memang tidak mengenakkan. Apalagi kalau telah memberikan banyak hal dan menghabiskan waktu bersama tiba-tiba situasi berubah. Perubahan ini mau tidak mau memengaruhi psikologis seseorang.

“Ini kaitannya dengan emosi dan seluruh aspek di diri kita. Bahkan bagi orang yang telah mengorbankan hal paling berharganya terkadang luka di jiwanya membuatnya bunuh diri. Karena itu jangan berlebihan saat pacaran,” ujarnya.

loading...
Click to comment
To Top