Legislator: Ada Kebiasaan Jual-Beli Proyek di Selayar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Legislator: Ada Kebiasaan Jual-Beli Proyek di Selayar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pembangunan infrastruktur jalan serta bidang perhubungan dipersoalkan anggota DPRD Kepulauan Selayar.

Selama ini ada kebiasaan telah terjadi “jual­beli” proyek, terutama yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK). Kebiasaan itu telah banyak merugikan masyarakat, di antaranya hasil pekerjaan para kontraktor dipastikan tidak bertahan lama.

Sebenarnya legislator telah lama menyoroti kebiasaan tersebut, namun tetap tidak ada perubahan. “Jual beli” proyek dalam setahun terakhir cukup banyak. Seakan ada kewajiban bagi kontraktor membayar 15 persen dari nilai proyek yang dikerjakan. Misalnya proyek bernilai Rp200 juta harus keluar 15 persen, maka kontraktornya harus membayar Rp30 juta lebih. “Kalau tidak, maka kontraktor tidak dikasih proyek,” ujar anggota Komisi III DPRD Kepulauan Selayar, H Dg Mangitung di Makassar, Minggu 17 Januari.

Proyek yang diperjualbelikan pekerjaan yang didasari penujukan. Ada dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mempunyai banyak pekerjaan masing ­masing Dinas Pekerjaa Umum dan Dinas Perhubungan. Keduanya juga paling banyak proyek penunjukannya.

Persoalannya pekerjaan hanya diberikan ke kontraktor yang bersedia membayar 15 persen dari nilai proyeknya. “Atas jual­ beli itu yang membuat kualitas pekerjaan banyak yang tidak beres. Sangat jarang ada pekerjaan bertahan lama,” katanya.

Pernyataan legislator itu tidak dibantah beberapa kontraktor. Mereka menyebutkan pembayaran 15 persen tersebut sudah menjadi kewajiban. Seluruh kontraktor harus membayar 15 persen sebelum mengerjakan proyek. Kalau tidak jangan berharap mendapat pekerjaan.

Padahal para kontraktor juga dipastikan mau sedikit dapat untung. Bagaimana dapat untung, kalau sebelum mengerjakan proyek sudah harus membayar? Terpaksa dalam menyiatinya, volume pekerjaan dikurangi atau tidak sesuai ketentuan yang seharusnya terjadi, satu di antaranya pengurangan semen.

“Seharusnya penjabat Bupati Kepulaun Selayar, Syamsibar bertindak menghentikan kebiasaan buruk tersebut,” imbau Dg Mangitung. (jai/fajaronline.com)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top