Satu Teroris Tewas Ditembak, Pengikut Santoso Terus Berkurang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Satu Teroris Tewas Ditembak, Pengikut Santoso Terus Berkurang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perburuan terhadap komplotan teroris Santoso cs, yang disebut punya kaitan dengan aksi peledakan bom di kawasan Sarinah, Kamis (14/1), terus dilakukan.

Sabtu (16/1) tim gabungan Brimob dan TNI berhasil menembak seorang anggota kelompok Santoso cs. Dia sempat dikabarkan pimpinan kelompok Mujahidin Timur Indonesia (MIT, Santoso. Namun, Polri memastikan bahwa lelaki yang tertembak itu bukanlah biang keladi yang merusak keamanan di Poso.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menuturkan bahwa memang ada satu orang yang tewas tertembak, tapi bukanlah Santoso. Hal itu diketahui setelah pendalaman terhadap identitas dari jenasah yang tertembak. ”Ini hanya anggota biasa saja,” tuturnya.

Namun begitu, keberhasilan menewaskan anggota Kelompok Santoso cs ini membuktikan upaya polisi sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Memang jumlah anggota kelompok Santoso cs sekitar 30 orang, tapi jumlah itu terus berkurang. ”Kami pastikan untuk terus melemahkan mereka,’ paparnya.

Operasi Camar Maleo IV memang telah selesai. Namun, operasi dengan kekuatan yang sama terus dilakukan. Operasi ini tetap dengan pasukan gabungan Polri dan TNI. ”Harapannya, kelompok ini bisa segera ditangkap,” ujarnya.

Sementara Kadivhumas Polri Irjen Anton Charliyan menuturkan bahwa sebenarnya saat penembakan salah satu anggota kelompok Santoso c situ tidak terjadi baku tembak. Hanya saja pasukan mendeteksi adanya salah seorang anggota kelompok tersebut dan berhasil ditembak.

[NEXT-FAJAR]

Terkait identitas dan peran anggota Kelompok Santoso cs yang tewas tersebut, Anton memastikan bahwa saat ini sedang dilakukan proses pemeriksaan, baik DNA, sidik jari dan lainnya.

Tujuannya untuk mengetahui siapakah yang tertembak tersebut. ”Kalau diketahui identitasnya, tentu dapat diketahui apa perannya,” paparnya.

Kemungkinan besar, siapa lelaki yang tewas itu baru bisa diketahui seminggu lagi. Sebab, semua proses identifikasi jenasah memerlukan waktu. ”Standarnya tujuh hari, tapi bisa lebih cepat,” terangnya.

Bagaimana bisa beredar kabar bahwa Santoso yang tertembak? Dia menerangkan bahwa sebenarnya secara fisik antara yang tertembak dengan Santoso memiliki kemiripan. Namun, begitu dilakukan analisa fisik oleh berbagai pihak yang pernah melihat Santoso, ternyata memang bukan. ”Hanya mirip saja sosoknya,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu mantan narapidana kasus kepemilikan senjata di Poso Rafiq Syamsuddin memastikan yang terduga teroris yang ditembak dalam operasi di Poso bukan Santoso.

’’Ciri fisiknya memang mirip Santoso, tapi ternyata bukan,’’ ujar Rafiq yang mengirimkan sejumlah foto terduga yang di-810 (istilah tembak mati) oleh polisi. (idr/gun)

loading...
Click to comment
To Top