Coretannya Dihapus di Puncak Latimojong, Pelaku Minta Maaf ke Anak PA – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Coretannya Dihapus di Puncak Latimojong, Pelaku Minta Maaf ke Anak PA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, – Pelaku vandalis di triangulasi puncak gunung Latimojong atau puncak Rante Mario, Enrekang akhirnya sudah menghapus coretan-coretan yang dibuatnya saat melakukan pendakian sebelumnya.

Ada delapan orang yang terlibat dalam aksi coret-mencoret secara liar itu. Mereka adalah Babas, Nanang, Retno, Nasir, Irfan, Hafik, Abdullah, dan Haris. Salah satu dari mereka, Babas mengatakan, dirinya dan rekannya minta maaf kepada semua warga pencinta alam Sulawesi Selatan. Dia juga mengaku menyesal melakukan tindakan vandalisme itu.

“Kami meminta maaf kepada semua teman-teman Pencinta alam (PA), atas perbuatan kami,” ucapnya yang diikuti oleh semua rekannya sesama pekaku di Sekretariat FPL Jl. Tidung Senin (18/1/16).

Selain menghapus mereka juga menyerahkan hasil dokumentasi itu ke Forum Pemerhati Lingkungan (FPL) Makassar, sebagai bukti bila mereka sudah menghapusnya.

Delapan Mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2012 ini sebelumnya diberitakan melakukan aksi coret-coret di Trianggulasi Puncak Rantemario dengan tulisan yang menyebut jurusan dan nama perguruan tinggi tempat mereka kuliah.

Sementara Ketua Forum FPL Makassar, Awal mengapresiasi upaya kedelapan mahasiswa dari Unibos angkatan 2012 ini. Meski sebelumnya telah melakukan pelanggaran kode etik Pencinta Alam Indonesia.

“Saya rasa itu tanggung jawab yang bagus dari teman-teman mahasiswa dari Unibos karena mau mengakui keslahannya dan mempertanggung jawabkan perbuatannya,” katanya

Lebih jauh Awal mengatakan, dari kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi para mahasiswa atau penggiat alam bebas yang ingin berkegiatan dialam bebas agar menghargai alam raya ini ketika berada di gunung.

“Mungkin kedepannya ini akan menjadi pelajaran yang berharga buat teman-teman yang ingin melakukan pendakian, agar menjaga etikanya saat berada di gunung dan menghargai kode etik pecinta alam,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, komunitas PA di Sulawesi Selatan dihebohkan oleh foto yang memuat coretan yang bertuliskan “UNIBOS PGSD 012″ di tugu puncak Latimojong. Sejumlah besar aktivis PA pun mengecam tindakan itu (Rakyatsulsel.com)

loading...
Click to comment
To Top