Izinnya Beli Pembalut, Nanda Tak Pulang, Diduga Gabung Gafatar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Izinnya Beli Pembalut, Nanda Tak Pulang, Diduga Gabung Gafatar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Daftar warga Surabaya, Jawa Timur yang menghilang tanpa keterangan dan diduga telah bergabung dengan kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bertambah lagi.

Senin (18/1), Polsek Sawahan menerima laporan terkait hilangnya Nanda Ayu Syafaati, 24. Warga Kedung Anyar II No 18 Surabaya ini dinyatakan hilang oleh orang tuanya setelah berpamitan membeli parfum dan pembalut.

Kapolsek Sawahan Kompol Agus Bahari Paramaartha mengatakan bahwa Nanda dilaporkan hilang oleh bapaknya, Mochamad Supaat, 56. Berdasarkan laporan Supaat, Nanda menghilang dan tidak pulang ke rumah sejak Sabtu (16/1) siang.

Terakhir kali, Supaat mengaku bertemu anaknya sekitar pukul 11.00 saat pamit hendak membeli parfum ke sebuah toko yang tidak jauh dari rumah.

“Nanda saat itu berpamitan untuk membeli parfum, tapi ternyata tak kembali,” ungkap Agus Bahari menirukan keterangan Supaat, ayah Nanda seperti yang dilansir Radar Surabaya (Fajar.co.id Group), Selasa (19/1).

Menurut Supaat, putrinya tak kunjung pulang hingga Minggu (17/1) sore. Karena itu, dia melaporkan kehilangan anaknya itu ke Polsek Sawahan.

Setelah lulus dari SMA, Nanda Ayu pernah kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya namun keluar pada semester 1 dan hingga kini belum bekerja.

Agus Bahari menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan Supaat, sebelum menghilang, putrinya sempat bercerita kepada kakanya bahwa dia sedang dekat dengan seorang pria bernama Andi. Namun, Supaat mengaku tidak mengenal teman baru anaknya itu.

“Setelah mendapat laporan itu, kami langsung melakukan penyelidikan untuk mencari tahu keberadaan Nanda dengan mendeteksi teman dekat dan keluarganya. Namun belum ada hasilnya sampai sekarang,” jelas Agus Bahari.

[NEXT-FAJAR]

Meski demikian, Agus menduga kalau Nanda sudah bergabung dengan kelompok Gafatar yang kini sedang menjadi sorotan. Namun, tidak menutup kemungkinan jika gadis tersebut menghilang bersama pria yang baru dikenalnya itu.

Dia menjelaskan bahwa polisi hingga saat ini sedang mencari keberadaan teman Nanda yang bernama Andi tersebut. “Kami juga meminta bantuan masyarakat apabila menemukan orang yang sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan dapat menghubungi pihak keluarga atau Polsek Sawahan,” ucapnya.

Dengan kabar hilangnya Nanda Ayu Syafaati tersebut, maka kini ada tiga warga Surabaya yang menghilang dari rumahnya dan diduga bergabung dengan organisasi terlarang Gafatar yang didirikan oleh Ahmad Musadeq yang dicap sebagai nabi palsu.

Sebelum Nanda, dua warga Surabaya juga dikabarkan hilang dan bergabung dengan Gafatar di Kalimantan adalah Erri Indra Kautsar, 20, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Dia dilaporkan hilang sejak dua bulan terakhir. Keluarganya menduga mahasiswa semester IV itu mengikuti aktivitas Gafatar berdasarkan surat yang ditinggalkannya.

Selain itu, Faradina Ilma, 25, warga Jalan Tugurejo A-12, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah, juga hilang sejak dua pekan lalu.

Faradina yang bertugas sebagai PNS di Dinas PU Cipta Karya Pemprov Jawa Timur menanggalkan semua atribut PNS-nya di dalam lemari kamar kos dan meninggalkan sepucuk surat yang menegaskan jika dirinya sudah bergabung dengan Gafatar. (yua/jay)

loading...
Click to comment
To Top