Massa dan Petugas Kejati Terlibat Baku Pukul – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Massa dan Petugas Kejati Terlibat Baku Pukul

FAJAR.CO.ID, TERNATE – Sejumlah massa dari Jaringan Muda Maluku Utara (JMMU) menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut, Senin (18/1) sekitar pukul 10.20 WIT.

Massa yang berjalan kaki dari kampus Unkhair itu berorasi menyuarakan sejumlah masalah di Kejati, termasuk mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Malut, Heru Sriyanto undur diri atau dicopot dari jabatannya.

Koordinator aksi, Karno Jabidi, menilai Heru tidak memiliki prestasi dalam mengusut kasus korupsi. Justru, yang nampak di Kejati hanya dugaan praktik mafia kasus. Massa aksi juga menyebut sejumlah kasus, seperti dugaan korupsi anggaran Bantuan Siswa Miskin (BSM) Rp 11,8 miliar di Dikjar Malut, pengadaan KM Fai Sayang di Halmahera Tengah (Halteng), pengadaan kapal cepat Halsel Ekspres, kasus APBD Halmahera Barat (Halbar) dan kasus Waterboom di Ternate.

“Kami anggap Heru Sriyanto tidak bisa mengusut kasus korupsi di Malut. Makanya kami desak Kejaksaan Agung mencopotnya agar tidak membuat gaduh di Malut,” teriak orator saat berorasi.

Massa aksi dan petugas Kejati sempat terlibat baku pukul. Itu terjadi saat massa aksi mendobrak pintu pagar kantor Kejati dan membakar ban bekas di halaman kantor Kejati. Petugas Kejati yang naik pitam, menghampiri massa aksi sehingga terjadi saling dorong hingga saling pukul. Aparat kepolisian yang berada di lokasi melerai massa dan petugas Kejati. Setelah berorasi, massa aksi membubarkan diri.

Menanggapi aksi JMMU, Kasi Penkum Kejati, Idham Timin mengatakan, sudah pasti kasus korupsi yang diteriakkan massa aksi akan dituntaskan. “Tapi, ada tahapan-tahapannya. Yakin saja, kami akan usut tuntas,” janjinya seperti dilansir Harian Malut Post (Grup JPNN.com).

Timin menyarankan massa untuk menggelar aksi dengan tertib, tanpa ada bentrok, yang ujung-ujungnya merusak fasilitas negara.(tr-01/lex/fri/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top