Perundingan Batas Wilayah Belum Selesai, Hubungan Indonesia – Timor Leste Kembali Memanas! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Perundingan Batas Wilayah Belum Selesai, Hubungan Indonesia – Timor Leste Kembali Memanas!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perundingan terkait batas darat antara Indonesia-Timor Leste kembali memanas, setelah kabar beredar terkait pengklaiman lahan di wilayah batas darat.

Perundingan batas darat antara Indonesia dan Timor Leste masih terus begulir. Kesepakatan yang sebelumnya pernah disampaikan akan selesai pada akhir 2015 itu, nyatanya masih belum rampung.

Juru Bicara Kemenlu, Armanatha Nassir mengatakan, saat ini tim gabungan kedua negara sedang melakukan survei. Tujuannya yakni memastikan dampak kesepakatan perbatasan terhadap masyarakat adat di sekitar wilayah itu.

“Perkembangannya sekarang sedang diadakan Joint Field Survey, untuk bertemu masyarakat adat yang tinggal dan memiliki hak ulayat atas wilayah unresolved segments (segmen batas darat yang belum selesai),” ujar pria yang akrab disapa Tata ini kepada wartawan, di Jakarta, Senin (18/1).

Untuk diketahui, perundingan tentang perbatasan ini sempat memanas. Pasalnya, pada 2008 dan 2012, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) membuat bangunan permanen di daerah yang belum tuntas hak kepemilikannya.

Kemenlu sendiri, lanjut Tata, telah konsisten menyikapi hal tersebut melalui perwakilan Indonesia di RDTL.

Tata mengungkapkan pihaknya sudah memrotes pemerintah Timor Leste menghentikan pembangunan tersebut. Setidaknya, sampai proses perindungan atau delineasi tersebut selesai. “Pembangunan sudah dihentikan,” imbuh Tata.

[NEXT-FAJAR]

Adapun pada 2015, perundingan Indonesia-Timor Leste ini ditargetkan selesai pada akhir tahun. Duta Besar Indonesia di Timor Leste, Primanto Hendrasmoro bahkan mengklaim permasalahan perbatasan tersebut, hanya tinggal dua persen lagi.

Namun kenyataannya sampai awal 2016 masalah perbatasan masih berkutat di perundingan, utamanya yang berkaitan dengan masyarakat adat.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku belum menerima laporan detail terkait pencaplokan. Dia berjanji akan mendalami hal tersebut.

“Ya saya kemarin pada tanggal 12-13 kunjungan ke Kupang, NTT, tapi saya baru dengar masalah itu (pencaplokan). Nanti akan saya cek,” kata Luhut kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (18/1).

Adapun isu seputar klaim lahan itu berhembus, setelah Pangdam XI Udayana mengatakan bahwa perbatasan Indonesia-Timor Leste di wilayah Kupang dicaplok. Pencaplokan tersebut menurut laporan yang beredar dilakukan oleh Timor Leste dengan dibangunnya bangunan-bangunan semi permanen.

Luhut mengatakan pihaknya memang sudah melakuan pertemuan dengan pemerintah Timor Leste. Saat ini jajaran Kementerian di bawah komando Luhut, tengah mencari solusi terkait perundingan batas darat Indonesia-Timor Leste. (adn/jpg)

loading...
Click to comment
To Top