Selain Kota Lama Ada Juga Kampung Lama – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Selain Kota Lama Ada Juga Kampung Lama

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Rencana revitalisasi Kota Lama yang kembali digulirkan Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi sebagai destinasi unggulan Kota Semarang mendapat sorotan dari budayawan Semarang Djawahir Muhammad.

Djawahir menilai dibandingkan Kota Lama di Semarang, Kota Lama di Kota Medan, Malang, Surabaya, dan Jakarta jauh lebih bagus. “Bila dijadikan destinasi wisata unggulan Kota Semarang rasanya berat. Romantisme yang dimunculkan terhadap jaman kolonial rasanya kurang tepat,” ujarnya kepada Rakyat Jateng saat ditemui di kediamannya di Tandang Ijen, Senin, (18/1).

Djawahir mengatakan selain Kota Lama produk Belanda ada juga Kota Lama produk Tionghoa di Pecinan, dan Kota Lama produk Jawa yang ada di Semarang yakni di daerah Semarang Utara dan Semarang Tengah. Kota Lama versi Jawa berada di daerah Kampung Petek, Kampung Melayu, Kemijen, Kampung Bandar yang kini kondisinya memperihatinkan dan hampir tenggelam yang disebabkan air laut pasang.

Dirinya berpesan kepada pemerintah kota, selain Kota Lama versi Belanda atau yang sering disebut Little Netherland tetapi juga memperhatikan Kota Lama versi Jawa yang berada di Semarang Utara dan Semarang Tengah.

“Kampung-kampung tersebut malah kurang diperhatikan, hampir tiap tahun tanah disana mengalami penurunan 8-10 cm. Sekarang hampir 4 meter tenggelam, bagi mereka yang tidak mampu meninggikan terpaksa pergi dari sana,” kata Djawahir.

Saat ini fungsi kampung yang sejatinya menjadi benteng dari kearifan lokal kini semakin terdesak oleh rob dan pembangunan mall di wilayah kota. Lanjutnya, sedangkan kota lama versi Belanda tidak memuat kearifan lokal karena arsitekturnya buatan Belanda.

“Tanpa menghormati wilayah Kota Lama yang kini dikenal masyarakat, wilayah disana tidak menampilkan kearifan lokal, Sedangkan kampung dan kota lama versi Jawa di daerah Kauman, Sekayu, Pejaten malah hilang oleh sebuah mall,” tandasnya.

Adanya rencana revitalisasi kawasan Kota Lama yang direncanakan pemkot dan dibantu pemerintah provinsi dirinya merasa senang, namun dia berpesan kepada Gubernur Ganjar Pranowo jangan mengurangi minat Gubernur untuk mengurangi tradisi lokal di Semarang

“Karena kampung lama maupun kota lama makin terdesak dan hilang dari peredaran. Apabila tidak ada perhatian dari pemerintah maka akan hilang,” ucapnya.

Mengenai rencana revitalisasi Kota Lama yang sedang menjadi pembahasan, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengungkapkan kajian-kajian yang dilakukan pemerintah terhadap dampak-dampak revitalisasi sangat penting sehingga kampung dan warga sekitar nantinya akan terselamatkan. Selain itu dia berpesan revitalisasi bangunan di kawasan Kota Lama jangan sampai merubah bentuk bangunan.  “Revitalisasi harus sesuai bentuk asli dan bangunan tidak boleh berubah,” ujarnya saat dikonfirmasi Rakyat Jateng. (irf/FAJARONLINE)

 

Click to comment
To Top