32 Mahasiswa UI Bingung, Kok tidak Diwisudahkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

32 Mahasiswa UI Bingung, Kok tidak Diwisudahkan

FAJAR.CO.ID, DEPOK– 18 Januari merupakan jadwal kelulusan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Namun dibalik kebahagiaan menyambut momen berkesan, justru 32 Mahasiswa Sastra Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI angkatan 2012 gagal di wisuda (19/08/2016)

Mahasiswa menyimpulkan, bahwa penyebabnya adalah mismanajemen program studi (prodi) Sastra Arab. Pasalnya, mereka merasa sudah menyelesaikan seluruh kewajiban akademis maupun non-akademis.

Namun, jajaran pimpinan Prodi Sastra Arab UI berkata lain. Ke-32 mahasiswa Sastra Arab tersebut dianggap belum menyelesaikan kewajiban akademisnya karena masih belum mengikuti satu mata kuliah wajib Perkembangan Sastra Arab pada semester tiga.

Pihak mahasiswa merasa, prodi tidak pernah membuka mata kuliah yang dimaksud untuk angkatan 2012. Selain itu, tidak ada instruksi untuk mengambil mata kuliah tersebut pada semester berikutnya.

Hal ini dibiarkan berlarut-larut hingga H-1 penentuan kelulusan. Puluhan mahasiswa tersebut dikumpulkan untuk berdialog bersama jajaran Prodi. Dialog menemui jalan buntu. Namun pihak kantor prodi mewajibkan mereka mengambil mata kuliah tersebut pada semester depan dan membatalkan status kelulusan mereka.

“Prodi Sastra Arab UI sebenarnya memiliki Buku Pedoman Sarjana sebagai patokan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah. Namun pada praktiknya buku ini tidak pernah dipakai menjadi pedoman karena perubahan kurikulum,” kata Titik, mahasiswi Sastra Arab UI.

Titik menambahkan, setiap semesternya mahasiswa Sastra Arab selalu berkordinasi dengan Prodi untuk mengetahui apa saja mata kuliah yang harus mereka ambil. “Prodi tidak pernah mewajibkan mahasiswa angkatan 2012 untuk mengambil mata kuliah yang dimaksudkan,” jelasnya.

Ketua BEM FIB UI 2016 Fuat juga menyatakan kekecewaaannya “Seharusnya Prodi dapat mengambil keputusan yang tidak merugikan mahasiswa. Biaya kuliah tidaklah murah, sangat disayangkan ketika mahasiswa harus dirugikan karena mismanajemen yang dilakukan prodi,” tegasnya.

Hasil mediasi antara mahasiswa dengan kantor prodi mengagendakan audiensi dengan rektor, Senin, 25 Januari untuk membahas solusi. Mahasiswa menekankan menuntut kelulusan.

(Sikah/Pojoksatu)


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top