Setelah Dikecam, Pelaku Vandalis di Puncak Gunung Latimojong Dapat Pujian – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Setelah Dikecam, Pelaku Vandalis di Puncak Gunung Latimojong Dapat Pujian

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Delapan mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bosowa (sebelumnya Universitas 45) Makassar akhirnya bisa mempertanggung jawabkan aksi vandalisnya di pegunungan Latimojong, Enrekang pada 8-9 Januari 2016, lalu.

Mereka sudah menghapus coretan dengan piloks putih bertuliskan “UNIBOS PGSD 012” di triangulasi puncak Gunung Latimojong, Enrekang. Empat dari delapan pelaku vandalis ini melakukan pendakian ulang untuk menghapus coretan itu (14 hingga 19 Januari 2016.

Sejak pertama kali foto coretan itu diunggah di sebuah grup Facebook bernama Pengunungan Latimojong, para aktivis Pencinta Alam (PA) pun ramai-ramai mengecam aksi mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) itu.

Namun aksi menghapus coretan itu mendapat dukungan dan pujian dari kalangan pencinta alam dan penggiat alam di media sosial Facebook. “Nahh.. gitu dong dihapus. Laen kali kalo coret-coret mending dinding rumah kalian aja yg dicoret…” kata Momonk Tcavila, Selasa (19/1/16) di grup Facebook Pegunungan Latimojong.

“Mantap berani berbuat berani bertanggung jawab. Salam lestari, ” tulis Akram Junansyah.

“Nha kan klw bersih malah lebih bagus daripada ada coretannya, ” kata Asrhyitsuko Toshihiro Yasuo.

“Alhamdulillah… smoga jerah dan tdk mengulangi, ” ujar Enhal GreenRaya.

“Berani berbuat berani bertanggung jawab,mantap, ” tulis Muhammad Ilham Maulana.

“Good luck, bagus anda termazuk orang2 yg bertanggung jawab.” kata Appona To EntdhEcant. “Bertanggung jawab adalah sifatmu sobat.” sambung ChoePliks Kalfalez Bin Ridwan.

“mantap,,, ni br d sebut pejantan tangguh “bertanggungjawab” lengkali mau coret2 mending coret bajunya biar bs bw pulang lagi ato biar bs kenang2 lg masa2 luls SMA nya, ” kata Asrullah Jiee.

Selain itu, akun bernama Ahmad Fausy Mahmud berharap kepada aktivis pecinta alam bisa menjadikan semua ini jadi pelajaran. “Bukan hanya tentang pencoretan ini tapi yang berkomentar sembarangan juga. Jaga alam kita, lingkungan kita dan mulut kita…”

Dari informasi dihimpun Rakyat Sulsel Online, penghapusan coretan itu juga atas desakan sejumlah aktivis pencinta alam setelah mengidentifikasi pelakunya. Delapan pelaku itu terdiri atas Babas, Nanang, Retno, Nasir, Irfan, Hafik, Abdullah, dan Haris. Semuanya juga sudah mengklarifikasi ke Mahasiswa Pencita Alam (Mapala) 45 Universitas Bosowa. Dalam sebuah foto yang bereder delapan pelaku malah dihukum push up di base camp Mapala 45.

Selain itu, salah satu dari mereka bernama Retno juga sudah mengklarifikasi ke Sekretariat Forum Pemerhati Lingkungan (FPL) Makassar. Saat melakukan pendakian untuk menghapusnya hanya empat orang yang berangkat, yakni Babas, Nasir, Irfan, Hafid. Mereka dikawal oleh anggota Mapala 45. (RAKYATSULSEL)

loading...
Click to comment
To Top