55 Ribu Ekor Sapi Siap Dikirim – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

55 Ribu Ekor Sapi Siap Dikirim

FAJAR.CO.ID, KUPANG – Dinas Peternakan Provinsi NTT sedang melakukan pendataan ternak sapi untuk memenuhi kebutuhan pasar di DKI Jakarta. Saat ini, sudah ada 55 ribu ekor sapi yang siap dikirim menggunakan kapal ternak Citra Nusantara yang khusus mengangkut sapi dari NTT ke Pulau Jawa. Namun, kapan ternak tersebut diangkut belum jelas. Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dany Suhadi kepada Timor Express di Kantor NTT, Selasa (19/1) mengakui, saat ini pelayaran kapal ternak belum maksimal karena sedang dalam proses penjadwalan. “Yang baru-baru itu kan namanya KUPANG, TIMEX-Dinas Peternakan Provinsi NTT sedang melakukan pendataan ternak sapi untuk memenuhi kebutuhan pasar di DKI Jakarta. Saat ini, sudah ada 55 ribu ekor sapi yang siap dikirim menggunakan kapal ternak Citra Nusantara yang khusus mengangkut sapi dari NTT ke Pulau Jawa. Namun, kapan ternak tersebut diangkut belum jelas. Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dany Suhadi kepada Timor Express di Kantor NTT, Selasa (19/1) mengakui, saat ini pelayaran kapal ternak belum maksimal karena sedang dalam proses penjadwalan. “Yang baru-baru itu kan namanya uji coba dimana dan berapa titik yang harus dilewati di NTT. Sekarang kan kita baru mulai mengatur kuota. Nanti siapa yang harus beli di sini dan bawa ke sana itu harus ada prosesnya,” jelas Dany Suhadi. Mantan Kadis Pertambangan dan Energi NTT ini menegaskan, sapi di NTT masih sangat cukup, bahkan lebih banyak dari stok tahun 2015. “Ada (sapi). Terlalu banyak. Hanya kan kita hitung kuota dulu. Tahun lalu kan mencukupi, 52 ribu ekor. Tahun ini sudah 55 ribu ekor, tetapi kita harus hitung dulu. Bisa kalau mau kirim dulu, bisa saja. Tetapi harus dihitung dulu,” terang dia lagi. Menyoal muatan kapal ketika berlayar dari Jawa ke NTT, Dani mengatakan, pengelola kapal harus sosialisasi kepada pengusaha di NTT. Sehingga, para pengusaha bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk mengangkut barang-barang yang dibutuhkan di NTT. “Yang kami harapkan itu pengangkutannya untuk bahan-bahan pertanian saja, tidak boleh untuk bahan-bahan lain. Misalnya bahan pertanian pakan ternak, produk-produk yang berkaitan dengan pertanian dan peternakan. Karena pengelolanya nanti baru ditentukan. Nanti masuk Februari sudah mulai beroperasi. Sekarang masih survei di Sumba Timur lalu nanti buat penjadwalannya,” papar Dani lagi. Disoal lagi mengenai pengelolaan kapal bersubsidi tersebut, Dani menjelaskan, kapal Citra Nusantara itu akan dikelola oleh Pelni. “Nanti sperti kapal biasa, kapal angkut. Awalnya saya minta tiga titik persinggahan, tetapi untuk sementara dua,” kata Dani. “Jadi ongkos angkutnya murah sekali. Bahkan tiga kali lipat lebih murah. Karena kalau dengan kapal itu, ongkosnya hanya Rp 350 ribu per ekor. Sementara kalau yang selama ini menggunakan kapal barang biasa, ongkosnya Rp 1,25 juta. Jadi itu terlalu murah karena harga Rp 350 ribu itu termasuk pakan selama perjalanan empat hari di atas laut,” pungkas Dani. (cel/ito) Read more: http://www.timorexpress.com/20160121095524/55-ribu-ekor-sapi-siap-dikirim#ixzz3xqDxVir1uji coba dimana dan berapa titik yang harus dilewati di NTT. Sekarang kan kita baru mulai mengatur kuota. Nanti siapa yang harus beli di sini dan bawa ke sana itu harus ada prosesnya,” jelas Dany Suhadi. Mantan Kadis Pertambangan dan Energi NTT ini menegaskan, sapi di NTT masih sangat cukup, bahkan lebih banyak dari stok tahun 2015. “Ada (sapi). Terlalu banyak. Hanya kan kita hitung kuota dulu. Tahun lalu kan mencukupi, 52 ribu ekor. Tahun ini sudah 55 ribu ekor, tetapi kita harus hitung dulu. Bisa kalau mau kirim dulu, bisa saja. Tetapi harus dihitung dulu,” terang dia lagi. Menyoal muatan kapal ketika berlayar dari Jawa ke NTT, Dani mengatakan, pengelola kapal harus sosialisasi kepada pengusaha di NTT. Sehingga, para pengusaha bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk mengangkut barang-barang yang dibutuhkan di NTT. “Yang kami harapkan itu pengangkutannya untuk bahan-bahan pertanian saja, tidak boleh untuk bahan-bahan lain. Misalnya bahan pertanian pakan ternak, produk-produk yang berkaitan dengan pertanian dan peternakan. Karena pengelolanya nanti baru ditentukan. Nanti masuk Februari sudah mulai beroperasi. Sekarang masih survei di Sumba Timur lalu nanti buat penjadwalannya,” papar Dani lagi. Disoal lagi mengenai pengelolaan kapal bersubsidi tersebut, Dani menjelaskan, kapal Citra Nusantara itu akan dikelola oleh Pelni. “Nanti sperti kapal biasa, kapal angkut. Awalnya saya minta tiga titik persinggahan, tetapi untuk sementara dua,” kata Dani. “Jadi ongkos angkutnya murah sekali. Bahkan tiga kali lipat lebih murah. Karena kalau dengan kapal itu, ongkosnya hanya Rp 350 ribu per ekor. Sementara kalau yang selama ini menggunakan kapal barang biasa, ongkosnya Rp 1,25 juta. Jadi itu terlalu murah karena harga Rp 350 ribu itu termasuk pakan selama perjalanan empat hari di atas laut,” pungkas Dani. (cel/ito/TIMOR EXPRESS)

loading...
Click to comment
To Top