Hidung Bayi Disumbat, Lalu Dibuang di Tempat Sampah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Hidung Bayi Disumbat, Lalu Dibuang di Tempat Sampah

FAJAR.CO.ID, SOE – Satu lagi, perbuatan tidak manusiawi terjadi di Kota SoE, ibukota Kabupaten TTS. Belum terungkap kasus pembuangan bayi, hingga dimakan anjing, kini muncul lagi kasus serupa. Seorang ibu, diduga telah menyumbat saluran pernapasan bayinya hingga tewas lalu dibuang ke lubang sampah. Kejadian ini berlangsung Selasa (19/1) lalu sekira pukul 08.30 Wita, dengan tempat kejadian perkara (TKP) di samping rumah Jemi Maroli di RT 7/R W3, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan-TTS.
Jasad bayi naas berjenis kelamin perempuan itu, ditemukan Laurens Tuke,  ketika hendak mencari dus bekas di lubang sampah tempat bayi itu dibuang. Saat ia mengorek tumpukan sampah menggunakan sebatang kayu, ia melihat sebuah kantong plastik terletak dalam lubang sampah. Karena curiga, dia pun mengorek kantong itu hingga sobek. Laurens kaget bukan main, ternyata yang ada dalam kantong itu adalah jasad seorang bayi perempuan. “Karena waktu itu dia (Laurens, red) takut sehingga ia pergi kasi tahu Andersias Kambula. Setelah itu, baru kasi tahu di RT dan kemudian diteruskan ke Polres TTS, kemudian kami turun evakuasi jasad bayi untuk divisum,”ungkap Kaur Identifikasi Polres TTS, Aipda Laurens Jehau ketika ditemui Timor Express di ruang kerjanya, Rabu (20/1).
Ketika itu, tim identifikasi Polres TTS langsung turun ke TKP untuk mengevakuasi jasad bayi itu ke RSUD SoE untuk dilakukan Visum et Repertum, guna mengetahui penyebab kematian bayi naas itu.
Jasad bayi ditemukan dalam keadaan terbungkus dengan sebuah kaus coklat bercorak merah, pada bagian kaki dibungkus menggunakan sebuah baju terusan berwarna biru kemudian didobel lagi menggunakan sebuah kain pintu warna merah muda. Bayi itu ditemukan dalam keadaan tersambung dengan ari-arinya. Rupanya ibu nekad itu belum memotong ari-ari bayi itu. “Di lokasi juga ditemukan sebuah kantong berisi empat BH dan satu celana dalam yang diduga milik ibu bayi itu. Ada darah dan juga kotoran manusia di barang bukti itu,”ungkap Laurens diamini dua anggota Identidikasi Polres TTS, masing-masing Brigpol Purwanto dan Briptu Polce Thaiboko.
Dari hasil Visum oleh dr. Dody Pujoprasityo, disebutkan bahwa jasad bayi itu sudah mencapai usia lahir. Oleh karenanya, bayi itu diduga kuat dilahirkan dalam keadaan hidup dengan berat 2,9 dan panjang 40 cm. Hanya saja bayi itu meninggal akibat ibu korban menyumbat saluran pernapasan bayi itu ketika keluar, sehingga menyebabkan bayi meninggal. Karena dari hasil Visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Mungkin ibu korban panik ketika bayi keluar dan menangis, sehingga ibunya menyumbat saluran pernapasan menggunakan kain hingga bayi meninggal. Bayi diperkirakan dibuang sekira enam jam baru ditemukan, karena di seluruh tubuh korban terdapat lebam mayat,” ujar dr. Dody. (yop/boy/TIMOREXPRESS)

 

To Top