Kekeringan, Ratusan Ternak Mati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kekeringan, Ratusan Ternak Mati

FAJAR.CO.ID, WAINGAPU – Perubahan cuaca yang sangat drastis, kian berdampak. Bukan saja jutaan hektar lahan pertanian yang gagal tanam, melainkan ternak pun merasakan dampak kekeringan, walau sebenarnya kita sudah memasuki musim penghujan. Ketersediaan rumput sebagai pakan ternak di Sumba Timur, kian menipis sehingga berimbas pada ternak. Di desa Tanaraing kecamatan Rindi, sekitar 100 ekor ternak mati. Hal itu disampaikan Kepala Desa Tanaraing, Umbu Hia Hamataki kepada Timor Express di kediamannya, Rabu (20/1).
Menurutnya, ternak yang ada di wilayah tersebut saat ini sangat sulit mendapatkan pakan. “Padang rumput yang ada di wilayah desa Tanaraing saat ini semuanya kering kerontang sehingga menyulitkan ternak kami untuk mendapatkan pakannya. Akibatnya, banyak ternak yang mati bahkan mencapai seratus ekor lebih. Di desa sebelah Haekatapu mencapai puluhan ekor ternak sapi yang mati. Penyebabnya sama,”jelasnya. Dikatakan, mengatasi hal itu, pihaknya terpaksa menyortir ternak yang kritis akibat kekurangan pakan. “Setelah disortir, ternak yang kritis tersebut dipisahkan dari yang lain dan dirawat tersendiri. Tapi lebih banyak yang terlanjur mati duluan. Ternak yang kritis dan tidak dapat ditolong lagi sebelum mati kami jual murah kepada para pedagang untuk disembelih seharga Rp 500.000 dan Rp 1 juta,”paparnya.
Sejumlah warga di kecamatan Haharu juga mengeluhkan hal yang sama. Walau sudah memasuki masa penghujan, namun rumput sebagai pakan ternak utama di kecamatan Haharu belum tumbuh maksimal. “Kami masyarakat peternak di kecamatan Haharu mengalami kesulitan di setiap musim kemarau seperti sekarang ini. Tapi mau bagaimana lagi karena kondisi alam memang sudah seperti ini. Sekarang sudah masuk musim hujan tapi hujan jarang turun dan rumput di padang belum tumbuh dengan baik karena curah hujan tidak menentu. Kami pasrah saja dan berharap pada Tuhan,”pungkas Luther Amah warga di kecamatan tersebut. (jun/boy/TIMOR EXPRESS)
Click to comment
To Top