Hasil Operasi Ungkap, Harga Cabe-Cabean Disini Rp500 Ribu Sekali Corrr – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Hasil Operasi Ungkap, Harga Cabe-Cabean Disini Rp500 Ribu Sekali Corrr

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Tim gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri berhasil mengamankan lima cabe-cabean alias PSK anak baru gede (ABG) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Selain 5 cabe-cabean, aparat juga mengamankan 25 pria hidung belang.

Lima cabe-cabean yang diamankan itu masing-masing AR (16), FB (16), ML (15), NA (17), RI (17), dan DA (18). Mereka diberikan pembinaan sebelum akhirnya dilepas kembali.

FB, cabe-cabean berbadan sintal yang memiliki banyak tato di beberapa bagian tubuhnya mengaku terjerumus masuk ke dalam bisnis esek-esek karena terpengaruh temannya.

FB mengungkapkan, dari pekerjaan itu, ia lebih mudah mengantongi pundi-pundi rupiah sehingga bisa membeli barang-barang mewah, seperti HP hingga parfum yang lagi tren.

Berapa tarif yang didapatkan sekali kencan? “Kalau short time bisa bervariatif sih Mas, bisa Rp 500 ribu. Bila diajak menginap juga variatif, di kisaran Rp 1 juta sampai Rp1,3 juta,” tutur FB.

Pelanggan FB dari berbagai kalangan, mulai karyawan, pelajar, hingga mahasiswa. Modusnya dengan membuka layanan pelanggan dari informasi kerabat dekat yang juga berprofesi sama. Ada juga melalui SMS online sampai dengan bekerja sama salah satu karyawan di hotel atau penginapan.

Dalam beberapa kasus, FB mengaku, dari kalangan mereka senang diajak shopping, makan, dan dugem sebelum melayani pelanggan di kamar hotel atau penginapan.

Kasatpol PP AKBP Freddy Pasaribu mengatakan, bisnis syahwat itu banyak memanfaatkan kamar hotel kelas melati, penginapan, guest house, dan indekos yang terbilang lebih terjangkau untuk urusan tarif.

“Temuan tersebut tentunya menjadi atensi kami untuk meningkatkan pengawasan bersama TNI dan Polri, terutama terhadap keberadaan hotel maupun penginapan agar tidak disalahgunakan atau dimanfaatkan para ABG dan pelaku prostitusi terselubung,” kata Freddy.

“Orangtua harus lebih mawas. Pemilik hotel dan penginapan harus selektif menerima tamu yang akan menginap. Apabila ditemui gadis remaja, ditanyakan identitasnya lebih jelas,” tegas Freddy. (aji/war/prokal/pojoksatu)


To Top