Kasihan…. Sekolah Dieksekusi, Murid dan Guru Histeris – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Kasihan…. Sekolah Dieksekusi, Murid dan Guru Histeris

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Petugas dari Pengadilan Negeri (PN) Makassar melakukan eksekusi terhadap lahan yang ditempati Taman Kanak-kanak Busthanul Athfal dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) At-Taqwa, Kamis (21/1). Puluhan anak TK dan murid MI beserta gurunya menangis histeris ketika menyaksikan gedung sekolah mereka yang berlokasi di samping Masjid Baiturahman Jalan Baiturahman, Panaikang ini diobrak-abrik.

Miranda, salah seorang murid kelas IV MI At-Taqwa tak mampu menahan tangisannya saat petugas eksekusi menghancurkan tempat bermain yang ada di bagian depan sekolah.

“Kodong sekolahku tidak adami. Dimana lagi ini kodong bisa belajar bersama teman-temanku belajar,” ujar Miranda yang tak henti-hentinya menangis.

Selain anak TK dan murid MI, guru mereka juga ikut menangis melihat bangunan sekolahnya diobrak abrik. Wati, salah seorang guru, mengatakan pelaksanaan eksekusi oleh pengadilan tidak mempertimbangkan keberlanjutan generasi bangsa yang sedang menimba ilmu di sekolah tersebut.

“Bila manusia dimana hati nurani mereka? Kemana lagi anak-anak harus belajar, jika tempat mereka menimba ilmu sudah tidak ada lagi,” cetus Wati sambil mengeluarkan air mata.

Eksekusi ini dilakukan setelah Mahkamah Agung memutuskan memenangkan gugatan kepemilikan lahan oleh Yayasan Masjid Baiturrahman Panaikang terhadap Yayasan Nurul At-Taqwa, dan Kepala Sekolah Bustahnul Athfal Nurul Islam At-Taqwa dan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah At Taqwa. Keputusan itu tertuang dalam dokumen bernomor 361 PK/Pdt/2013 tanggal 24 September 2014.

Lokasi lahan yang disengketakan seluas 4.524 meter persegi. Di atas lahan itu terdapat bangunan sekolah TK Busthanul Athfal Nurul Islam At-Taqwa dan MI At Taqwa.

“Berdasarkan putusan MA RI No. 361 PK/PDT/2013 tanggal 24 September 2014, telah dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Makassar pada tanggal 21 Januari 2016,” kata Ruslan, juru sita Pengadilan Negeri Makassar.

Terpisah, Ketua Yayasan Baiturrahman Anwar mengatakan, sebenarnya sebulan setelah putusan keluar, pihaknya menawarkan agar Yayasan Nurul At Taqwa bergabung dalam bendera Yayasan Masjid Baiturrahman. Namun, tawaran itu ditampik, sehingga pembongkaran sekolah terpaksa dilaksanakan.

“Terus terang kami tak inginkan seperti ini, karena saya sendiri lahir dan besar dalam dunia pendidikan dan mencintai dunia pendidikan,” ujarnya.

Anwar menyampaikan, setelah pembongkaran itu, pihaknya akan membangun kembali gedung sekolah dua lantai. Ia juga menjanjikan kepada murid lama bisa bersekolah kembali jika bangunan itu selesai dibangun. (ish/rus/b/beritakotamakassar.com)

loading...
Click to comment
To Top