Limbah PT Newmont Dikirim ke Jatim – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Limbah PT Newmont Dikirim ke Jatim

FAJAR.CO.ID, KUPANG – Belasan kontainer berisi limbah tambang PT Newmont yang diangkut kapal Red Rock, telah dibongkar di dermaga multiguna Pelabuhan Tanjung Lontar Tenau, Kupang, Kamis (21/1). Pembongkaran limbah yang diduga mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3) itu disaksikan Asisten Ops Lantamal VII Kupang, Kolonel Laut (P) M. Nazif dan Kepala Kantor Meratus Kupang, Bambang Agus Duin.
Turut hadir perwakilan PPNS Pemprov NTB, Dinas Pertambangan NTB dan Syahbandar NTB. Sebanyak 11 kontainer dan empat buah tabung yang diturunkan dari kapal Red Rock, setelah dilakukan koordinasi antara pihak-pihak terkait. Limbah cair yang diduga beracun dan berbahaya bagi manusia tersebut, diisi dalam beberapa wadah berkapasitas 0,2 ton. Saat dibuka, cairan itu ternyata memiliki bau busuk menyengat.
Kepala PT. Meratus Cabang Kupang, Bambang Agus Duin, kepada wartawan mengatakan, limbah yang diangkut dari pelabuhan Benete, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, bakal dikirim ke Jawa Timur. “Kalau kapal Red Rock punya izin resmi. Saat ini bermuatan 50 kontainer. Yang berisi limbah ada 11 kontainer dan 4 buah tabung. Rencananya mau dikirim ke pengumpul di Jawa Timur,”kata Bambang.
Bambang membantah jika kapal Red Rock berniat membuang limbah di Laut Sawu, karena baginya tindakan itu merupakan perbuatan pidana dan akan berdampak hukum bagi perusahannya. Penahanan kapal Red Rock oleh pihak Lantamal VII Kupang, jelas Bambang, akibat kurangnya komunikasi antara kedua belah pihak.
“Kapal ini singgah di Kupang karena mau angkut barang untuk dibawa ke Surabaya. Namun saat di Laut Sawu, dihadang oleh KAL Weling dan kemudian diamankan di dermaga Lantamal,”imbuh Bambang. Akibat penahanan kapal yang dilakukan Lantamal, Bambang katakan, perusahaan harus membayar biaya sewa kontainer sekira Rp 400 ribu per hari.
“Agar tuntas masalah ini, kita juga sudah koordinasi dengan Pemprov NTB. Mereka sudah siap tindaklanjuti,” pungkas Bambang. (joo/boy/TIMOR EXPRESS)

Click to comment
To Top