Dokter Cantik Ini Gabung Gafatar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Dokter Cantik Ini Gabung Gafatar

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK – Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bukanlah organisasi yang biasa. Anggota mereka mayoritas adalah kalangan terpelajar dan mampu. Seperti anak dari Wiyono dan Eni Nurfaizah. Pasutri ini sengaja datang ke Pontianak untuk mencari anaknya, dokter Dyah Ayu Wulandari (28)yang hilang dan dinyatakan bergabung dengan organisasi sesat itu.

Tak hanya pasutri ini, Nurul, ibunda Faradina Ilma, 25, juga ikut mencari anaknya di setiap penampungan warga eks Gafatar yang diungsikan di Bekangdam XII Tanjungpura.

Menderita lama sejak hilang anak-anak kesayangannya, kedua orangtua ini meminta pemerintah segera menangkap perekrut kader Gafatar. Dalam hal ini, mereka minta anaknya tidak menjadi tersangka, melainkan korban.

“Saya yakin hanya mereka yang tahu dimana posisi anak saya. Saya minta perekrut Gafatar ini diusut,” pinta Eni, sesaat berbincang di sebuah pondok di samping masjid lingkungan Bekangdam.

Berbekal pemberitaan mengenai evakuasi ribuan warga eks Gafatar, Wiyono, pengusaha otomotif dari Jakarta, terbang ke Pontianak. “Setelah ada pemberitaan warga eks Gafatar dievakuasi dari permukiman mereka, Bapak terbang ke sini (Pontianak) untuk mencari Dyah,” jelas Eni.

Berhari-hari kabar baik belum didapatkan. Dua hari kemudian Eni menyusul suaminya. Untuk menemani mencari anak mereka. Eni tak lupa membawa sejumlah foto-foto, bukti laporan orang hilang dan buku-buku pedoman Gafatar. Setibanya di Kota Pontianak, Eni juga menghubungi Polda Kalbar, untuk memperlihatkan laporan polisi yang telah dibuatnya.

Sambil bergetar dan memegang sejumlah dokumen yang ditinggalkan Dyah, Eni bercerita. Dyah merupakan putri sulungnya dari lima bersaudara yang hilang bersama cucu pertamanya. Kala itu Dyah pergi tanpa kabar dengan meninggalkan surat yang isinya agar keluarga mengiklaskan kepergian Dyah tanpa perlu mencarinya.

Eni yang masih syok kala itu terus mengumpulkan semua informasi mengenai Gafatar. Belakangan diketahuinya, bahwa menantunya itu mendapat jabatan di organisasi terlarang itu, yakni sebagai Ketua DPD Gafatar Solo.  (RK/afz/JPG)

To Top