Susah Deteksi Kuli Panggul Asing di Pasar-pasar Surabaya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Susah Deteksi Kuli Panggul Asing di Pasar-pasar Surabaya

PEMKOT Surabaya mendeteksi banyak kuli panggul berkewarganegaraan asing yang banyak beredar di sejumlah pasar di Surabaya. Biasanya, kuli-kuli panggul itu berasal dari Myanmar. Tapi tak mudah untuk mendeteksi keberadaan mereka. Pemkot pun harus banyak akal.

Kasubdit Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Linmas Surabaya, Marzuki menyatakan bahwa untuk dapat menemukan pegawai asing tersebut, tim dari pemkot mengalami kendala.

Sebab di sejumlah pasar grosir di Surabaya seperti di Pusat Grosir Surabaya (PGS) di Jalan Dupak, Pasar Turi di Jalan Dupak dan ITC Mega Grosir di Jalan Gembong, kebanyakan pedagangnya adalah etnis Tionghoa. Sehingga untuk bisa mendeteksi kuli panggul dan pegawai kasar dari Myanmar agak kesulitan.

“Secara face dan outlook wajahnya kan tidak begitu bisa dibedakan. Karena itu, kami harus melakukan penyisiran dengan upaya pendeteksian bahasa. Sebab kebanyakan tenaga kasar yang dipekerjakan ke Indonesia, mereka tidak bisa bahasa Indonesia. Itu celah supaya kita bisa mendeteksi dan langsung melakukan yustisi kelengkapan berkas kependudukan dan ketenagakerjaannya,” imbuh Marzuki.

Dikatakan dia, meskipun sudah masuk era MEA, pekerja asing yang masuk tetap harus memenuhi prosedur ketenagakerjaan di Indonesia. Mulai dari mengurus izin visa kerja di imigrasi, memiliki IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing) dan juga mengurus KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas).

Selain itu, berdasarkan pengalaman selama penyisiran, Marzuki menyatakan bahwa biasanya warga asing yang bekerja di Indonesia masih menggunakan visa on arrival alias visa kunjungan/wisata. Visa tersebut tidak bisa dijadikan berkas untuk izin bekerja.

“Kami berharap agar jika ada warga di lapangan yang memiliki info adanya tenaga asing yang bekerja tanpa kelengkapan, maka segera melapor ke Bakesbangpol Linmas,” ujarnya.(ima/jay/mas)

loading...
Click to comment
To Top