Tujuh Tahapan Hidup Gafatar, Pertama Hijrah, Terakhir Perang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Tujuh Tahapan Hidup Gafatar, Pertama Hijrah, Terakhir Perang

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK – Hati Ibu mana yang tak hancur, saat anak kesayangannya menghilang tanpa jejak bersama sang cucu yang masih balita. Itulah yang dirasakan Eni Nurfaizah. Ia harus kehilangan anaknya, Dokter Dyah Ayu Wulandari (28). Dokter muda dan cantik ini diketahui bergabung dengan komunitas sesat, Gafatar.

Kemarin Eni datang ke Pontianak, sambil membawa foto anak dan buku-buku yang ditinggal Wulan. Buku itu memang sengaja ditinggal Wulan, dengan niat agar dibaca oleh Ibu dan keluarganya, lalu mereka akan menyusul langkah Wulan ke Kalimantan.

Buku tersebut bersampul pedoman “Memahami dan Menyikapi Tradisi Tuhan, Kebangkitan yang Dibenci Tapi Dirindukan”. Adapun penulis bukunya adalah Ahmad Mesiyyakh.

Jika dibaca selintas saja, buku itu semacam novel. Setelah berhari-hari memahami buku pedoman sekitar 100 lembar tersebut, Eni menyimpulkan bahwa Gafatar merupakan cikal bakal organisasi yang nantinya akan mengganti ideologi bangsa dan negara. Banyak pedoman yang dianggapnya menentang aturan Pancasila.

Intisari dari buku itu, kata Eni, ada tujuh fase atau tahapan setiap orang yang tergabung dalam Gafatar. Hijrah merupakan salah satu tahapan, dari tujuh proses menuju negara ideal menurut komunitas tersebut.

“Fase terakhir adalah perang. Meski saya belum tahu, apakah perang ini dalam arti sesungguhnya atau arti kiasan,” katanya sambil menunjukkan oret-oretan inti sari dari buku tersebut.

Eni tak menyangka kenapa dengan mudah anaknya terpengaruh mengikuti Gafatar. Padahal, seorang dokter tentunya memiliki pengetahuan dan pendidikan tinggi. Sementara dengan bergabung ke Gafatar, tuntutannya adalah menjadi petani.

“Saya tanya ke dia, kenapa mau jadi petani meninggalkan profesi dokternya, mau makan apa? Dia jawab ada hasil tani. Lantas kalau belum panen, dia jawab tidak makan. Gitu saja, simpel dia jawab,” ujarnya seraya menirukan ucapan sang anak.

Eni berharap, jika anaknya ditemukan, keluarga bertekad akan mengambil paksa anak dan cucunya tersebut dari komunitas. Untuk segera mengembalikan akidah sesungguhnya. Meski ia tahu, bahwa tidak mudah untuk mengembalikan doktrin yang sudah melekat di kepala anaknya. (RK/afz/JPG)

loading...
Click to comment
To Top