Hok Hien Bio Kudus Gelar Bwee Gee – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Hok Hien Bio Kudus Gelar Bwee Gee

KUDUS – Umat Tri Darma Klenteng Hok Hien Bio, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggelar perayaan Bwee Gee atau pergantian tahun Imlek. Dalam perayaan itu, mereka menggelar doa bersama memohon kesejahteraan, kesehatan, serta mendoakan bangsa dan negara agar menghargai keberagaman dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Ketua Panitia Pelaksanaan Bwee Gee Ricky mengatakan perayaan Bwee Gee merupakan tradisi menutup tahun Imlek sebelumnya 2562 sekaligus mempersiapkan menyambut Imlek berikutnya 2563. Perayaan itu sekaligus ungkapan syukur umat Tri Darma atas bumi yang merupakan wadah be rbagai elemen hidup yang menghidupi manusia, seperti air, udara, tanaman, dan hewan.
Di bumi pula kami bertempat tinggal, membangun keluarga, bekerja, dan mengolah berbagai sumber daya alam untuk hidup. Di bumi kami mendapatkan kesejahteraan, kesehatan, d an keselamatan. Untuk itulah kami bersyukur, kata dia.
“Tidak hanya itu, menambahkan, umat Tri Darma berdoa pula bagi keselamatan bangsa dan negara. Pasalnya, belakangan ini nilai-nilai kemanusiaan dan penghargaan atas keberagaman terancam pudar,” kata Ricky.
“Kami berharap semua orang dari berbagai latar belakang mampu berjalan bersama membangun Indonesia yang lebih baik,” kata dia.
Dalam perayaan Bwee Gwe, mereka mengarak kongco dan makco pelindung klenteng, serta cengge atau tokoh-tokoh legendaris, seperti Dewi Kwan Im dan Son Go Kong, mengelilingi kota Kudus.
Ritual tang sien atau penghubung antara dunia manusia dengan dunia dewa dari Klenteng Lo Cia Bio, Jakarta, turut meramaikan perayaan itu. Dalam ritual itu, yang menjadi penghubung dunia dewa adalah manusia. Dia seperti mengalami lou tung atau berperilaku di bawah kesadaran seperti bukan dirinya.
Umat Tri Dharma meyakini para tang sien dimasuki dewa abadi. Untuk membuktikan itu, mereka menggores tubuh dengan pedang dan menusuk mulut dengan jarum lima tang sien atau Wuying Zhen.
Jarum itu melambangkan para panglima dari lima tang sien pasukan Kerajaan Langit. Para tang sien juga diyakini sebagai pendoa untuk kesembuhan, pengajar kebaikan, dan penambah keyakinan umat terhadap para dewa.
Kehadiran Bupati Kudus Musthofa pada acara tersebut disambut meriah. Bupati yang akrab disapa Kang Mus ini merasa gembira sebab dalam perayaan tersebut diikuti peserta dari seluruh Indonesia. Diantaranya dari Jakarta, Jawa Barat hingga Manado Sulawesi Utara, dan beberapa daerah lainnya.
“Saya merasa bahagia dapat menghadiri kembali acara ini setiap tahunnya. Melihat antusias yang sangat meriah, saya menyarankan agar pelaksanaan dilaksanakan lebih meriah. Salah satunya dengan menempatkan bendera (umbul-umbul) tidak hanya di sekitar Klenteng saja. Tetapi juga di seluruh Kudus mulai dari pintu masuk Kota Kretek, sehingga perayaan ini dapat dirasakan secara menyeluruh,” kata Kang Mus disambut tepuk tangan meriah.
Bupati yang memimpin Kudus dua periode ini mengharapkan tahun depan pelaksanaan tersebut dapat lebih meriah. (sf)

loading...
Click to comment
To Top