Tim Transisi Berada pada Jalan Buntu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Tim Transisi Berada pada Jalan Buntu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DPP Partai Golkar hasil Munas Pekanbaru telah dibuka resmi oleh ketua umumnya Aburizal Bakrie, di JCC Jakarta, Sabtu malam (23/1). Rapimnas yang dihadiri 34 ketua DPD Provinsi serta dimeriahkan 2000 kader yang menguningkan tempat acara dapat diartikan sebagai sikap harga mati bagi Golkar kubu ARB hasil Munas Bali untuk tetap jalan terus.

Demikian disampaikan politisi senior Golkar yang juga Ketua Kordinator Eksponen Ormas Tri Karya Golkar (EO-TKG), Zainal Bintang, kepada media, Minggu (24/1).

Meski dibayang-bayangi kehadiran Tim Transisi bentukan Mahkamah Partai Golkar (MPG) yang diketuai Wapres Jusuf Kalla, yang mendadak dibentuk beberapa hari sebelum Rapimnas, kubu ARB maju tidak gentar alias pantang menyerah.

Yang banyak dibicarakan, adalah hadir dalam Rapimnas itu dua orang menteri dari Kabinet Kerja Jokowi-JK, yaitu Menko Polhukam Luhut B. Panjaitan serta Menkumham Yasonna H. Laoly. Nampak pula hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua DPD Irman Gusman, serta mantan Presiden BJ Habibie. Selain itu nampak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz, dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Menurut Zainal, dengan digelarnya Rapimnas Golkar kubu ARB secara kolosal itu membuktikan perang urat saraf yang dilancarkan kubu Munas Ancol pimpinan Agung Laksono yang di-back up oleh Tim Transisi pimpinan JK, tidak mengendorkan semangat perlawanan kubu ARB.

“ARB membuktikan ucapannya yang mengatakan dirinya tidak merasa gentar dengan adanya Tim Transisi, meskipun di dalamnya ada nama besar,” lanjut Bintang.

Bintang beranggapan, target Tim Transisi untuk menyatukan kubu ARB hasil Munas Bali dan kubu AL hasil Munas Ancol yang berseteru sudah lebih setahun lamanya nampaknya akan kandas.

“Paling tidak menurut saya Tim Transisi sedang berada di depan jalan buntu?” ujar Bintang.

Bahkan menurut Bintang, ARB nampaknya punya perhitungan sendiri dan keyakinan sendiri. Bahkan ARB menunjukkan dirinya punya nyali besar untuk menghadapi tantangan demi tantangan dan konflik demi konflik dari manapun datangnya.

Petanyaannya, kata Bintang, langkah apakah yang akan diambil selanjutnya oleh JK bersama AL dan Akbar Tanjung yang memutuskan tidak mau menghadiri acara Rapimnas, sementara Pelindung Tim Transisi yaitu BJ Habibie menghadiri acara itu bahkan memberikan sambutan yang cukup panjang.

Masyarakat segera dapat membaca peta pertarungan politik yang muncul pada acara Rapimnas. Terlihat kekuatan Tim Transisi memang tergerus. Manuver ARB yang bertekad keras merapat ke pemerintahan Jokowi makin kuat.

“Namun ARB lebih memilih lewat “pesawat” Luhut Panjaitan ketimbang melalui “pesawat” JK,” tandas Bintang menutup komentarnya. (rus/rmol)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top