63 Persen Setuju Ahok Maju Lewat Jalur Independen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

63 Persen Setuju Ahok Maju Lewat Jalur Independen

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kekecewaan terhadap institusi partai politik membuat publik semakin banyak yang mendukung Basuki Thajha Purnama untuk maju dalam Pilkada 2017 melalui jalur independen.

“Dari sisi pencalonan mayoritas publik sebanyak 63 persen setuju Ahok maju lewat jalur perseorangan dibandingkan maju menggunakan partai politik,” kata peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J Vermonte, saat merilis survei terbarunya di kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Senin, 25/1)

Menurut Philip, publik saat ini kurang suka jika calon pemimpin mereka terkesan dipaksa disodorkan oleh partai politik. Karena memang terbukti banyak pemipin daerah yang mengecawakan jika dicalonkan parpol.

Fenomena ini, kata Philips, mirip dengan fenomena pencalonan Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta beberapa tahun lalu. Saat itu, publik banyak yang memilih Jokowi tapi tidak memilih partai pengusungnya yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Begitupun dengan Ahok, jika ternyata dia didukung parpol, justru kekuatan Ahok akan lebih besar.

“Jadi fenomena Ahok ini bakal kaya Jokowi. Walaupun parpol nanti ada yang dukung Ahok, justru nambah kekuatan politik dia untuk menang di Jakarta. Jadi lebih publik sekarang lebih melihat individu Ahok. Sama seperti Jokowi dulu, serupa tapi tak sama,”kata Philips

Selain itu, diakui Philips, kader-kader partai dengan perolehan kursi terbesar di DKI Jakarta yakni PDIP lebih banyak memilih calon independen untuk maju di ibu kota. Sebanyak 62 persen dari kader PDIP mendukung calon indepnden untuk maju di Jakarta. Hanya 34 persen kader PDIP yang akan mendukung calon gubernur Jakarta melalui jalur partai.

Philips pun mengakui memang selain faktor kekecewaan yang tinggi terhadap parpol, publik juga meliha Ahok sudah melakukan kinerja yang baik. Publik juga mengaku sudah lelah dengan politik basa-basi dan tidak transparannya pemimpin daerah selama ini. “Yang terakhir memang calon incumbent selalu diuntungkan. Jadi ada setahun lagi waktu untuk calon lain,”kata Philips

Untuk diketahui, survei yang diselenggarakan dari 5 hingga 10 Januari menyertakan responden 400 orang pemilih di lima kota yang ada di Jakarta. Sementara tingkat Margin Of Error +/- 4,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam metode survei ini dilakukan dengan cara penarikan sample yang dilakukan sepenuhnya secara acak, dengan menggunakan penarikan secara Multi Stage Random Sampling. dalam quality control dilakukan terhadap hasil wawancara, yang dipilih secara random sebesar 20 persen dari total sample. (ysa/rmol)

Click to comment
To Top