Kasus TPPI Rugikan Negara Rp 35 Triliun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Kasus TPPI Rugikan Negara Rp 35 Triliun

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nilai kerugian negara yang ditemukan BPK dalam dugaan korupsi penjualan kondensat bagian negara oleh PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) dan BP Migas ternyata sangat fantastis. Jumlahnya yakni sebesar USD 2,7 miliar atau sekitar Rp 35 triliun.

Menurut Kepala Subdirektorat Money Laundrying Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol Golkar Pangerso, nilai kerugian negara tersebut merupakan terbesar yang pernah ditangani Polri.

“Berdasarkan komunikasi dengan BPK saat kami menerima PKN, itu adalah nilai kerugian negara terbesar yang pernah dihitung BPK dan disidik oleh polisi. Sebelumnya kan yang paling besar itu perkara Century,” ujarnya saat dihubungi, Senin (25/1).

Oleh karenanya, Golkar pastikan bahwa kasus ini akan ditangani dengan sangat serius. “Penyidikan baru kita lakukan, bisa sebelum berkas pertama dikirim ke kejaksaan atau setelahnya. Yang jelas, pengusutan ini tidak akan berhenti,” terangnya.

Seperti diketahui, penyidik menemukan sejumlah dugaan tindak korupsi, yaitu penunjukan langsung PT TPPI oleh BP Migas untuk menjual kondensat. Penyidik juga menemukan, bahwa PT TPPI sudah menerima kondensat dari BP Migas sejak Januari 2009 untuk dijual. Padahal kontrak kerja sama BP Migas dengan PT TPPI ditandatangani pada Maret 2009. Tak sampai disitu, PT TPPI juga diduga tidak menyerahkan hasil penjualan kondensat ke kas negara.

Penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni eks Kepala BP Migas Raden Priyono, eks mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono, serta eks pemilik PT TPPI Honggo Wendratmo. (Mg4/jpnn)

Click to comment
To Top