PT ASDP Baubau Naikkan Tarif Fery 400 Persen? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

PT ASDP Baubau Naikkan Tarif Fery 400 Persen?

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) tenegah mendapat sorotan khsususnya para pengguna jasa penyeberangan antar Baubau-Tolandona tersebut. Hal ini dikarenakan, pihak ASDP menaikkan harga sepihak hingga 400 persen.

Aco, salah seorang pengguna jasa kapal Fery mengaku penetapan tarif saat ini sangat tinggi. Biasanya, tarif normal untuk memuat alat berat eksafator sebesar Rp 2 jutaan, namun tiba-tiba melonjak hingga Rp 22 juta.

“Saat alat berat sudah dinaikan ke atas kapal, mereka (ASDP) menyuruh untuk membayar di loket. Namun saya kaget karena biaya yang dikenakan tidak seperti biasanya, yang dulu Rp 2 jutaan kini Rp 22 juta sehingga alat berat itu terpaksa kami turunkan kembali,” ungkapnya, di Baubau, Minggu (24/1).

Parahnya lagi, lanjut Aco, tarif itu tidak berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Sultra. Sehingga kondisi itu hanya menambah buruknya citra Kementrian Perhubungan.

Tarif sebesar Rp 22 juta itu, menurut alasan manajemen PT ASDP, untuk pembayaran dengan sistem carter alias pergi-pulang (pp). Sementara, penumpang lain hanya diberlakukan tarif normal.

Kenaikan tarif ini menurutnya sepihak dan sudah sangat memberatkan masyarakat. Sebab kalau memang ada kenaikan tarif, seharusnya didasari pada Surat Keputusan (SK) Gubernur Sultra dengan Peraturan Daerah (Perda). Namun SK itu belum ada.

“ASDP ini merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang punya ketentuan yang jelas, sehingga tidak boleh memberlakukan tarif sepihak begitu saja. Karena selain belum adanya SK Gubernur Sultra, kapal milik perusahaan negara itu bahan bakarnya disubsidi,” tambah dia.

Untuk itu, dia meminta kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sultra agar menyelesaikan persoalan itu. Bahkan kalau perlu memanggil pihak ASDP Baubau karena telah memberlakukan tarif yang sewenang-wenang dan sudah menyusahkan masyarakat.

Kepala PT ASDP Cabang Baubau Yulianto menjelaskan, pemberlakuan tarif tersebut dikhususkan untuk pemuatan alat-alat berat, tidak untuk penumpang lain. Hal itu berdasarkan surat yang dikirimkan pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I Baubau

“Kenaikan tarif yang disebutkan itu merupakan tarif khusus untuk alat berat yang beratnya diatas 12 ton,” ujarnya.

Kata dia, dalam surat itu disebutkan juga agar dalam penyeberangan alat berat menggunakan kapal feri tersebut, tidak digabung penumpang lain, karena keselamatan dan keamanan pelayaran sesuai dalam aturan undang-undang Nomor 17 tahun 20008 tentang pelayaran

“Apabila pemuatan alat berat tersebut dilakukan, maka harus mengurus surat persetujuan pengawasan dari Kantor Penyelenggara Pelabuhan Baubau itu. Selain surat Pelabuhan Baubau, pihaknya juga mendapat surat dari Dinas Perhubungan Sultra tentang peraturan gubernur Sultra Nomor 20 tahun 2012 tentang tarif angkutan penyeberangan untuk penumpang kelas ekonomi,kendaraan dan alat berat dalam wilayah provinsi Sultra,” ungkapnya.

Dalam surat itu disebutkan, lanjut dia, untuk pengangkutan alat-alat berat dengan berat 12 ton harus terlebih dahulu juga harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Dinas Perhubungan Sultra. Dan pengenaan tarif pengangkutan alat-alat berat sampai 12 ton dikenakan tarif golongan IV B per ton.

“Kalaupun surat dari Kantor Pelabuhan Kelas I Baubau itu ditarik, maka pihaknya dapat memberlakukan tarif normal. Bahkan,negosiasi tarif juga bisa dilakukan yang penting kedua belah pihak bersepakat,” jelasnya.

To Top