Aniaya Siswa, Inilah Hukumannya dari Hakim Bagi Oknum Guru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Aniaya Siswa, Inilah Hukumannya dari Hakim Bagi Oknum Guru

PATI – Oknum guru SMP 1 Tambakromo, Woro Subekti, yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap salah satu mantan muridnya, Sony Perwadi, akhirnya divonis 2 bulan kurungan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati, Selasa (26/1) kemarin.

Dalam pembacaan putusan tersebut, turut hadir ratusan massa dari kedua kubu yang mengawal jalannya sidang. Akibatnya, sempat terjadi ketegangan antara kubu Sony Perwadi dengan kubu Woro Subekti dimana juga terdapat beberapa oknum guru, usai persidangan.
Menyikapi putusan majelis hakim, kuasa hukum korban, Maskuri, menilai putusan yang dijatuhkan kepada terdakwa terlalu ringan. Dari dakwaan pasal 76 c itu terdakwa hanya dijatuhkan hukuman dua bulan. Pihaknya juga berharap jaksa penuntut umum (JPU) dapat mengajukan banding atas putusan tersebut.
“Selain hukuman tersebut terlalu ringan, terlebih saat ini permasalahan kekerasan terhadap anak tengah menjadi sorotan nasional,” ujarnya.
Maskuri juga menyesalkan kehadiran para guru yang turut hadir menjadi massa pendukung dalam persidangan. Pasalnya, mereka semestinya melaksanakan tugas kewajibannya mengajar di ruang kelas, meskipun itu atas dasar solidaritas.
“Kami juga berharap kedepan tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap anak dalam dunia pendidikan. Terlebih Kabupaten Pati saat ini sudah mempunyai program dan kebijakan terkait kota layak anak,” sambungnya.
Hal senada juga diungkapkan Surito, paman korban. Ia mengaku secara pribadi pihaknya sudah memaafkan sikap oknum guru tersebut.
“Kami hanya menyesalkan adanya sikap main hakim sendiri. Namun, kami berharap hukuman dapat tetap berjalan sesuai dengan aturan peraturan perundang-undangan agar kejadian semacam ini tidak lagi terulang,” ungkapnya.
Sementara itu, Prayitno, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan itu menegaskan pihaknya akan mengajukan banding. Pengajuan itu akan dilakukannya kurang dari tujuh hari pasca putusan sidang tersebut.
“JPU memiliki kewajiban mengajukan banding ke pengadilan banding karena putusan kurang dari separuh dari tuntutan. Kita tuntut enam bulan tapi putusan dua bulan. Kami akan mengambil sikap banding dalam kurun waktu tujuh hari,”tegasnya.
Sedangkan, kuasa hukum terdakwa Ulis Wijoretno membenarkan bahwa putusan majelis hakim lebih ringan bila dibandingkan tuntutan jaksa.
“Kami akan koordinasikan terlebih dulu. Apakah nanti banding atau tidak,” ujar Ulis Wijoretno. (ed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top