Berkata Kotor Kepada Warga, Kapolsek Bulupoddo Dituntut Pindah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Berkata Kotor Kepada Warga, Kapolsek Bulupoddo Dituntut Pindah

FAJAR.CO.ID,  SINJAI, – Puluhan Warga Dusun Satengah, Desa Bulutellue, Kecamatan Bulupoddo, meminta agar Kapolsek Bulupoddo dipindahkan dari wilayah tersebut. Tuntutan warga ini disampaikan saat warga mendatangi Kantor Kecamatan Bulupoddo untuk menghadiri proses mediasi antar warga Dusun Satenggah dengan Kapolsek Bulupoddo, AKP Bahtiar, Selasa (26/01).

Proses mediasi ini sendiri terjadi setelah sebelumnya, pada Minggu (24/01) lalu Polsek setempat menangani kasus perkelahian yang berujung pada perdamaian di antara kedua belah pihak yang bertikai. Saat damai di polsek, salah satu orang tua yang anaknya terlibat perkelahian tidak sempat hadir karena ada tetangganya yang meninggal. Ketidakhadiran itu diduga memicu kekesalan Kapolsek, sehingga mengeluarkan kata-kata yang tidak bisa diterima oleh warga dusun setempat.

Salah seorang warga Satenggah, Ramli saat menghadiri proses mediasi antar warga dan Kapolsek di Kantor Camat Bulupoddo mengatakan, kekesalan warga ini lantaran Kapolsek Bulupoddo, AKP Bahtiar diduga telah menghina warga dusun satenggah desa bulu tellu kecamatan Bulupoddo. “Kami meminta kapolsek Pak Bahtiar dipindahkan karena telah menghina warga dusun Satenggah dengan mengatai warga dusun Satengah sebagai (maaf) anjing, ketika hendak mendamaikan kasus perkelahian, “ungkapnya

Menurut Ramli, Kata-kata tersebut dikeluarkan oleh oknum Kapolsek pada hari minggu (24/1) lalu di Kantor Polsek. “Ketika itu, salah satu orang tua pelaku tidak hadir karena ada tetangganya yang meninggal, kapolsek marah dan mengeluarkan kata-kata kotor yang tidak bisa kami terima,” ujarnya

Akibat dugaan penghinaan terhadap warga satu dusun tersebut, warga meminta agar Kapolsek dipindahkan dari Polsek Bulupoddo. “Kami minta agar Kapolsek dipindahkan karena sudah tidak cocok lagi sebagai Kapolsek di sini kalau perlu hari ini. Kalau tidak dipindahkan kami tidak bisa menjamin jika ada hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Terpisah, Wakapolres Sinjai, Kompol Ade Noho meminta agar persoalan antar warga dengan Kapolsek ini diserahkan kepada Kapolres. “Ini sudah ditangani. Kalau memang Kapolsek salah, kita akan proses. Tapi kalau tidak salah, kita juga tidak mungkin menghukum orang yang tidak salah,” pungkasnya, usai menghadiri mediasi warga dengan Kapolsek si Kantor Camat Bulupoddo. (Rakyatsulsel.com)

 

loading...
Click to comment
To Top