Pergantian Antar Waktu, Dua Anggota PKPI Takalar Tunggu Surat Gubernur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Pergantian Antar Waktu, Dua Anggota PKPI Takalar Tunggu Surat Gubernur

FAJAR.CO.ID,  TAKALAR,  – DPC Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Takalar akhirnya memproses pergantian antar waktu (PAW) terhadap dua legislatornya, yakni Sudirman Narang dan Hj Mawar Sangnging.

“Sesuai aturan yang ada, kita telah mengirim surat pengajuan PAW ke DPW PKPI Sulsel untuk selanjutnya dikirim ke DPP PKPI,” kata Ketua DPC PKPI Takalar Haidir Tompo, Selasa (26/01).

Menurut dia, pihaknya sudah mengajukan PAW ke Komisi Pemilihan Umum dan sudah mengirim surat ke Gubernur Sulsel melalui Bupati Takalar sejak enam bulan lalu. Dalam waktu dekat ini surat keputusan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terkait pemberhentian dua legislator PKPI akan turun, karena surat tersebut sudah berada di atas meja kerja pak SYL

Kedua legislator ini sudah lama dipecat sejak Agustus 2015 lalu oleh partai karena ketahuan mendukung partai lain saat Pilcaleg lalu. “KTA kedua legislator PKPI sudah dicabut, tinggal menunggu surat persetujuan Gubernur,” kata Haidir.

Kedua legislator PKPI yang tinggal menunggu waktu untuk diganti. Sudirman Narang digantikan oleh Sukardi Ewa dari dapil dua meliputi Mangarabombang, Mappakasunggu dan Sanrobone. Sementara Hj Mawar Sangnging digantikan oleh A Adam Hamza dari dapil tiga meliputi Galesong Utara dan Galesong Selatan.

Ketua Bappilu DPC PKPI Takalar Abdul Hamid membenarkan, dua kader PKPI yang pemilu lalu terpilih duduk di DPRD Takalar tinggal menunggu surat gubernur untuk digantikan, oleh penggantinya.

Keduanya, Sudirman Narang dan Hj Mawar Sangnging saat dipecat dari partai, sempat melakukan gugatan hukum. Namun gugatan keduanya di tolak pengadilan. “Seluruh upaya hukum telah dilakukannya namun tak membuahkan hasil,” kata Abdul Hamid.

Sekedar diketahui, kedua legislator tersebut terbukti menyalahi kode etik partai saat pemilu legislatif lalu, karena dianggap lari dari komitmen partai. Sesuai surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani oleh seluruh caleg DPK PKPI Takalar, keduanya dipecat dan digantikan oleh caleg yang loyal terhadap partai.

“Kami sudah peringati sebelumnya dengan penandatanaanan surat pernyataan dan ternyata mereka tetap bekerja sama dengan caleg partai lain. Kami telah melampirkan laporan itu ke DPN,” kata Abdul Hamid.

Ia menambahkan, akibat perbuatan keduanya, perolehan suara PKPI di Takalar tidak maksimal dan berimbang. PKPI Takalar meraih kurang lebih 18 ribu suara sementara untuk DPRD provinsi PKPI hanya meraih 5 ribu suara. (Rakyatsulsel.com)

 

loading...
Click to comment
To Top