Cuaca Ekstrem, Pakistan Tutup Sekolah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Cuaca Ekstrem, Pakistan Tutup Sekolah

FAJAR.CO.ID, ISLAMABAD – Pemerintah Provinsi Punjab di Pakistan menutup seluruh sekolah di wilayahnya terkait dengan hawa dingin ekstrem. Sekolah-sekolah itu diimbau untuk tutup selama lima hari. Akibatnya, sekitar 22,5 juta siswa terpaksa belajar di rumah. ’’Dua hari lalu, para orang tua mengeluhkan cuaca ekstrem dan penyakit yang diidap anak mereka,’’ kata Rana Mashhood Ahmad Khan, kepala dinas pendidikan setempat.

Sebagian besar siswa, menurut dia, menderita flu berat dan pneumonia. Padahal, hawa superdingin masih bertahan sepanjang pekan ini. Kemarin (26/1) suhu udara di Kota Lahore, ibu kota provinsi, tercatat hanya 4 derajat Celsius. Keterbatasan energi juga membuat sebagian besar sekolah tidak bisa menyalakan pemanas ruangan. Karena itu, meliburkan para siswa menjadi solusi terbaik.

Di sisi lain, badai salju sudah berlalu dari ibu kota Amerika Serikat (AS). Pada Senin waktu setempat (25/1), kehidupan kembali normal di kawasan pesisir timur Negeri Paman Sam. Warga pun mulai membersihkan lingkungan dan jalanan sekitarnya dari tumpukan salju. Namun, sebagian besar sekolah dan perkantoran masih tutup.

Salju lebat yang mengguyur Washington D.C. dan beberapa negara bagian di sepanjang pesisir timur merenggut sedikitnya 33 nyawa pada akhir pekan lalu. Sebagian besar di antaranya meninggal karena serangan jantung atau celaka di jalanan beku yang licin. Namun, ada juga yang tewas karena keracunan gas monoksida dari pemanas ruangan atau mesin mobil.

Kemarin sebagian rute bus dan kereta api bawah tanah mulai beroperasi lagi di Washington. Kereta api yang jumlahnya masih sangat terbatas beroperasi cuma-cuma alias gratis. ’’Saya rasa, timbunan salju kali ini adalah yang tertinggi sepanjang saya menjadi penduduk Washington D.C.,’’ kata Wali Kota Muriel Bowser dalam wawancara dengan CNN.

Untuk mendukung upaya bersih-bersih salju, pemerintah setempat mengerahkan sejumlah alat berat. Satu di antaranya adalah mesin penyedot salju. Mesin itu memiliki vacuum besar yang mampu menyedot timbunan salju dengan cepat. Di belakang mesin penyedot salju tersebut, truk 18 roda terpasang untuk menampung salju yang telah dibersihkan dari jalanan atau permukiman.

Jika masyarakat Washington masih berusaha keras membersihkan jalanan dan lingkungan tempat tinggal dari salju, penduduk Kota New York sudah selangkah lebih maju. Kemarin warga Kota Big Apple itu mulai beraktivitas seperti biasa. Sebagian besar sekolah dan perkantoran sudah buka kembali. Sebagian besar sarana transportasi juga beroperasi normal.

Seiring dengan berangsur normalnya aktivitas warga, sejumlah bandara juga kembali beroperasi. Di antaranya, Bandara Nasional Reagan dan Bandara Internasional Dulles. Bahkan, teater Broadway yang tutup sejak Jumat (22/1) telah kembali buka. Demikian juga beberapa museum dan tempat wisata lain di ibu kota AS. (Reuters/AFP/hep/c14/ami)

loading...
Click to comment
To Top