Kejagung-Aprisal Temukan Kerugian Rp 8,4 M – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kejagung-Aprisal Temukan Kerugian Rp 8,4 M

FAJAR.CO.ID, KUPANG – Pengecekan barang sitaan negara dari perkara Adrian Waworuntu di NTT, dimana kemudian dijualbelikan oleh Djami Rotu Lede kepada Paulus Watang, dilanjutkan tim Pusat Penelusuran Asset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Selasa (26/1) kemarin.
Penelurusan dilanjutkan di Kota Kupang, yaitu pada gudang milik Yohanis di Tuak Daun Merah, kemudian di Hotel Ima dan gudang PT. Ramayana di Jl. Timor Raya, Kelapa Lima.
Di gudang milik Yohanis, petugas menemukan barang bukti berupa forklift dan ratusan besi baja WF dan kanal C. Sementara di Hotel Ima milik Ongo Saputra, didapati ratusan seng bekas dengan ukuran tebal 0,4 dan panjang 6 meter.
Pada gudang PT. Ramayana milik Amstrong, tim Kejagung yang dipimpin Zulkarnaen dan tim aprisal, Thony dan Hery dari KJPP Sugianto Prasojo Jakarta, juga menjumpai ratusan lembar seng bekas dan besi baja bernilai ratusan juta rupiah.
Tiga pemilik gudang yang diperiksa tim Kejagung ini membeli barang-barang bekas tersebut dari Paulus Watang. Sedangkan, Paulus membeli barang sitaan negara tersebut dari Djami Rotu Lede yang adalah jaksa senior di Kejati NTT.
Thony selaku ketua tim aprisal, saat diwawancarai, mengatakan sebelumnya pihaknya telah melakukan perhitungan terkait nilai barang sitaan tersebut.
Dan, dengan penjualan barang sitaan negara yang diduga dilakukan Djami Rotu Lede dan Paulus Watang, diperkirakan kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 8,4 miliar.
“Kerugian Rp 8,4 miliar itu baru gedungnya. Belum termasuk barang-barang didalamnya. Barang sitaan dalam perkara Adrian Waworuntu di wilayah Takari itu ada empat bangunan bernilai Rp 16 miliar. Namun dari pantauan kami kemarin, dua bangunan dan seluruh isinya sudah hilang,” kata Thony.
Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar yang turut mendampingi tim Kejagung RI, menambahkan, tim penyidik yang menangani kasus tersebut, terus merampungkan penyidikan.
Setelah pemeriksaan rampung, jelas Ridwan, penyidik bakal mengekspos perkembangan penyidikan ke Kajati NTT dan para asisten, untuk ditetapkan apakah penyidikan telah lengkap (P-21) atau perlu dilengkapi lagi.
“Kalau nanti semua peserta ekspos menyatakan hasil penyidikan sudah lengkap, berarti akan ditetapkan P-21 dan penyidik segera melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke JPU untuk dilanjutkan pelimpahan ke Pengadilan agar disidangkan,” pungkas Ridwan. (joo/TIMOREXPRESS)

Click to comment
To Top