Terkena Setrum Tikus, 200 Ekor Tyto Alba Mati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Terkena Setrum Tikus, 200 Ekor Tyto Alba Mati

PATI – Gara-gara terkena setrum, sedikitnya 200 burung hantu jenis Tyto Alba yang disebar di Desa Babalan, Kecamatan Gabus ditemukan mati. Ratusan burung hantu jenis predator ini, mati karena terkena setrum listrik di areal persawahan desa tetangga.

Hingga kini dari 400 ekor Tyto Alba yang dijadikan predator alami sebagai pemangsa tikus di Desa Babalan, hanya tersisa separuhnya atau tinggal 200an ekor.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati Mochtar Efendi menyebutkan Tyto Alba di Desa Babalan awalnya pada 2013 yang dikarantika ada 20 ekor dan sukses dikembangkan sampai sekitar 400 ekor.
“Sayangnya, sekarang banyak yang mati karena terkena setrum listrik di sawah tetangga hingga hanya tersisa 200 ekor saja,” ujar Mochtar, Rabu (27/1).
Melihat kenyataan tersebut, pihaknya menyayangkan sikap petani yang masih menggunakan setrum listrik untuk mengusir hama tikus di tengah upaya membasmi hama tikus dengan cara alami. Untuk itu, ia berharap pemahaman tentang predator alami harus digalakkan.
“Pasalnya, penggunaan setrum listrik tidak hanya membahayakan petani tetapi juga predator alami seperti Tyto Alba yang populasinya terus berkurang,” imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Babalan, Kasbiyanto. Menurutnya, sejumlah petani di Babalan mulai menggunakan bahan seng untuk mengantisipasi tikus karena populasi Tyto Alba, kini mulai punah.
Kasbiyanto juga mengisahkan, awalnya Tyto Alba di desanya bisa diandalkan untuk membasmi hama tikus. Namun, setelah banyak yang mati kena setrum di areal persawahan tetangga, kini tikus mulai merajalela.
“Saat ini kami hanya menggunakan seng untuk menutupi padi. Kami berharap agar petani di luar Desa Babalan bisa bekerja sama untuk tidak menggunakan setrum,” pintanya. (ed)

loading...
Click to comment
To Top