Di Balik Kejadian 10 Menit setelah Soeharto Wafat, Ada Apa? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Di Balik Kejadian 10 Menit setelah Soeharto Wafat, Ada Apa?

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Minggu Pukul 09.21 WIB pagi sebuah pesan pendek masuk ke ponsel seorang wartawati mengabarkan Presiden Ke-2 RI Soeharto dalam keadaan kritis.

Namun ia tidak terlalu menghiraukan, karena kabar Pak Harto kritis sudah sering beredar di kalangan awak media.

Ketika itu Soeharto memang tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Pukul 10.00 seorang dokter bersama mantan Mensesneg Moerdiono menyatakan,

“Kami akan memberikan laporan khusus,” kata seorang dokter seperti diceritakan Susie Soebiyantoro dalam blognya.

Suasana di RSPP akhir pekan itu terlihat sepi. Belum banyak wartawan yang datang meliput. Awak media masih belum berpikir apa-apa. Dugaan kritis pun masih belum tahu sejauh apa.

Kondisi berubah ketika pukul 12.30 WIB petugas polisi dan tentara bertambah jumlahnya.

Kepala Polsek Kebayoran Baru Kompol Dicky Sondani yang bertanggung jawab atas keamanan di RSPP sejak dirawatnya Pak Harto pun tampak mondar-mandir di lobi.

Masih belum ada yang tahu apa yang terjadi dengan kondisi Pak Harto.

Hingga akhirnya para wartawan memutuskan untuk mengkonfirmasi keadaan yang terjadi karena pengamanan semakin ketat dan tentara semakin banyak.

Kompol Dicky keluar lobby utama dan berdiri di depan pintu. Saat itu juga sejumlah wartawan yang berjaga di RSPP sudah mengerubutinya hanya untuk menanyakan kondisi yang tak biasa itu.

Beberapa detik kemudian, di depan puluhan wartawan dan sorot kamera televisi,  tepat pukul 13.20 WIB, Kompol Dicky tak bisa menghindari pertanyaan wartawan. Ia mengumumkan sesuatu yang menjadi bagian sejarahnya.

”Telah berpulang ke Rahmatullah Haji Muhammad Soeharto meninggal pukul 13.10 WIB. Rencananya akan dibawa ke Cendana. Tetapi belum tahu pukul berapa.” kata Kompol Dicky. Ya, sepuluh menit berlalu, dan penguasa Orde Baru itu sudah wafat sejak sepuluh menit itu juga

Seketika suasana menjadi riuh. Kompol Dicky berulang kali diminta awak media menyatakan wafatnya Pak Harto hanya untuk menjadi bahan laporan media mereka. (res/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top