Mantan Pengikut Gafatar Tiba di Makassar, Kurang 49 Orang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Mantan Pengikut Gafatar Tiba di Makassar, Kurang 49 Orang

FAJAR.CO.ID,  MAKASSAR, – Mantan penganut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Sulawesi Selatan, akhirnya tiba di Pelabuhan Soekarno – Hatta, Makassar malam tadi (Rabu, 27/1/16). Dari 249 warga Sulsel yang didata, hanya 232 orang yang tiba atau tersisa 49 orang lagi.

Mereka diberangkatkan dari pelabuhan Semayang Hop Balikpapan ini adalah warga yang bermukim di Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Keseluruhan diindikasikan sekitar 579 jiwa yang berada Kalimantan Timur yang juga masih ada beberapa diantaranya berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa, dan Maluku,” kata Asiseten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Kalimantan Timur (Kaltim) Bere Ali.

Ia mengungkapkan, akan ada rencana pemulangan gelombang kedua. Jadi, kata dia, hari ini baru 232 orang yang sudah pasti diberangkatkan. Di Kota Samarinda, masih ada 49 jiwa dari Sulawesi Selatan. “Akan kami kabarkan nanti. (di) Samarinda 49 orang (Warga Sulsel). Tapi dari kota Bangun, Tenggarong, Pasir, dan Berau belum ada laporan terakhir. Sehingga kemungkinan masih bertambah dari jumlah yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada pengusiran yang terjadi di Kaltim. “Mereka (mantan anggota Gafatar) masih melakukan aktivitas. Dijaga TNI dan Polri supaya tidak melarikan diri atau terhindar dari masyarakat luar yang tidak bisa mengendalikan dirinya dan melakukan rindakan inskonstitusional.

Maka kami jamin mereka aman,” jelasnya. Sementara Kepala Dinas Sosial Sulsel Andi Ilham Gazaling mengatakan pihak pemerintah kabupaten/kota yang siap menjemput warganya di pelabuhan, yakni Makassar, Gowa, Maros, Luwu Utara, Sinjai, dan Takalar

“Setelah menerima warga tersebut dari Pemerintah Provinsi Kaltim, ada beberapa kabupaten/kota yang telah kami serahkan. Untuk daerah yang belum menjemput, akan diarahakan ke Asrama Haji Sudiang,” tuturnya. Mereka yang tidak memiliki rumah, kata dia, akan dikembalikan ke kebupaten masing-masing untuk dilakukan inventarisasi.

“Biar pemerintah daerah yang melihat perkembangan selanjutnya. Pembinaan juga dilakukan di daerah masing-masing,” tambah Andi Ille sapaan akrab Andi Ilham. Untuk mereka yang sudah tidak memiliki pekerjaan, Andi Ille mengatakan tetap dilakukan monitoring dari tingkat provinsi, kabupten/kota untuk melakukan upaya maksimal. (rakyatsulsel.com)

 

loading...
Click to comment
To Top