Mochtar Riady Si “Manusia Ide” – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Mochtar Riady Si “Manusia Ide”

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Chairman Lippo Group, Mochtar Riady secara resmi telah meluncurkan buku miliknya. Dalam acara peluncuran buku otobiografi yang diberi judul “Manusia Ide” itu dilaksanankan di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat, Rabu (27/1) dihadiri ratusan undangan yang mayoritas berasal dari pengusaha.

Namun, diantara ratusan tamu undangan, tampak hadir Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY hadir dengan mengenakan pakaian batik dan duduk diapit oleh Mochtar Riady dan Ketua PBNU Said Aqil Siraij. Selain SBY, juga tampak hadir beberapa petinggi, seperti Aburizal Bakri, Ade Komaruddin, Fadli Zon, Irman Gusman, Zulkifli Hasan Fahri Hamzah serta beberapa menteri Kabinet Kerja, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Acara peluncuran dipandu langsung oleh Jaya Suprana selaku moderator. Beberapa petinggi sempat memberikan pandangan mereka tentang sosok Mochtar Riady. Dan semuanya sepakat bahwa Mochtar Riady adalah seorang pekerja keras, pantang menyerah, memiliki gagasan-gagasan cerdas, memiliki jiwa sosial yang tinggi serta seorang pebisnis yang hebat.

Ketua DPD RI,  Irman Gusman menjelaskan dari namanya Mochtar Riady sudah memiliki arti yang istimewa. Mochtar berarti adalah orang pilihan. Dan makna Riady berarti bijaksana yang dikombinasikan menjadi orang bijaksana. “Sehingga paduan nama yang berarti orang pilihan yang bijaksana. Menurut Irman, nama adalah sebuah doa,” kata Irman.

Sementara Ketua MPR Zulkifli Hasan mengagumi sosok Mochtar Riady karena kesungguhannya membangun dunia pendidikan dan bidang kesehatan. Menurut Zulkifli, di bidang ini tak banyak konglomerat atau orang hebat mau terjun menggelutinya.

“Inilah yang akan menentukan bangsa kita ke depan menjadi bangsa yang besar, maju, atau bangsa hebat,” ucap Zulkifli.

Ketua DPR RI Ade Komarudin menyebut kalau Mochtar Riady seorang pebisnis hebat. Mochtar Riady juga berjasa di bidang kemanusiaan, kesejahteraan dan kebesaran negara dan bangsa. “Ide dan gagasannya selain cerdas juga futuristik. Sekarang bisnis yang digeluti grup ini saya lihat tahan banting atas keadaan ekonomi, dampak global,” kata Ade saat peluncuran buku.

[NEXT-FAJAR]

Ade mengaku sangat mengagumi sosok Mochtar Riady. Ia mengenal Mochtar sebagai pengusaha sukses dengan ide serta gagasan yang cerdas dan visioner. Ade juga menilai gagasan Mochtar memadukan usaha bisnis dan kegiatan sosial adalah sangat luar biasa. “Saya menginginkan ide terakhir ini sangat bagus buat generasi penerus,” kata Ade.

Menkopolhukam Luhut B Panjaitan mengaku kagum atas kinerja Mochtar Riadi yang mau turun kebawah utuk membantu orang-orang sudah seperti di Papua.

“Saya kagum dengan pak Mochtar yang bisa mendidik anaknya mejadi orang hebat. Mereka mendirikan sekolah untuk orang-orang Papua. Tidak perlu gembor-gembor namun berbuat,” kata Luhut.

Selain turun ke bawah, Mochtar juga membangun banyak Rumah Sakit. Rumah sakit itu tidak hanya untuk bisnis namun untuk kepentingan orang kecil seperti di Papua  “Saya belum tentu mampu melakukan itu. Memberikan kontribusi kepada community.Saya apresiasi kepada Lippo untuk berbuat banyak bagi banyak orang,” katanya.

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hadir dalam acara peluncuran buku itu mengucapkan terima kasih kepada Mochtar Riady atas apa yang dilakukannya untuk bangsa Indonesia. “Pak Mochtar bukan hanya manusia ide tapi manusia yang bekerja keras dan akhirnya menjadi manusia sukses,” kata SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu mengajak generasi muda mencontoh Mochtar Riady. Menurut SBY jalan untuk sukses seperti yang dicapai Mochtar Riady tak gampang. “Tidak seperti membalikan telapak tangan,” ungkap SBY.

Buku “Manusia Ide” sendiri terbagi menjadi lima episode, setiap episodenya meliputi masa 20 tahun. Episode 20 tahun pertama (1929-1950) adalah masa kanak-kanak dan remaja yang penuh duka dan derita. Episode 20 tahun kedua (1951-1970) adalah masa membangun perusahaan seiring dengan masa perjuangan bangsa dan negara Republik Indonesia. Episode 20 tahun ketiga (1971-1990) adalah masa pengembangan usaha dalam era globalisasi ekonomi. Episode 20 tahun keempat (1991-2010) masa pembangunan ekonomi global menghadapi China Factor.

“Episode 20 tahun kelima dari (dari tahun 2011 sampai seterusnya) saya sudah berusaha menjadi Pembina dan panutan anak cucu dan gerasi penerus. Dalam 86 tahun berlalu segala memori masa lalu bagaikan catatan yang tersimpan, tapi tak tersusun rapi di dalam “gudang arsip” benak pikiran saya,” papar Mochtar Riady. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top