Polisi Majene Dianiaya, Diduga karena Dendam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Polisi Majene Dianiaya, Diduga karena Dendam

FAJAR.CO.ID,  MAKASSAR – Penganiayaan anggota Polsek Malunda, Bripda Aprisal S pada Selasa (26/11/2016) sekitar pukul 23.00 Wita, diduga berlatar belakang dendam.

Kapolres Majene AKBP Sonny Mahar mengatakan, sempat terjadi kesalahpahaman antara korban dengan pelaku Z, M, dan Y di salah satu cafe pada Sabtu malam. Tapi, kemudian didamaikan.

Pada Selasa lalu, korban kemudian dipanggil oleh Z ke salah satu tempat di Kelurahan Banua. Setibanya di tempat tersebut, Aprisal langsung dikeroyok oleh M, Z, Y bersama yang lainnya.

Baca Juga :  Ini Awal Mula Oknum Wartawan Buat Berita Fitnah Mahasiswi Yapma

“Belum sempat turun dari motornya, tiba-tiba dikeroyok sama pelaku dan teman-temanya,” kata Sonny.

Aprisal sempat berlari ke rumah kepala lingkungan Banua yang tak jauh dari tempat pengeroyokan. Tapi, Kepala Lingkungan Muh Yadul H (40) malah membantu pelaku untuk menganiaya korban.

“Kepala lingkungan bersama anaknya ini juga ikut memukul Aprisal,” jelas Sonny.

Hingga pada Rabu dini hari korban dijemput oleh Kapolsek Malunda, Kasat Intel dan Kasat Reskrim Polres Majene di rumah kepala lingkungan Banua, Kecamatan Malunda, Majene.

“Korban dijemput sekitar pukul 02.00 Wita Rabu dini hari. Jauh kan jaraknya Malunda dari kota Majene, jadi butuh waktu perjalanan,” jelas Sonny.

Pada Kamis (28/1/2016), Kepala Lingkungan Banua dan R sekitar pukul 11.10 Wita diamankan. 3 pelaku utama lainnya masih buron yakni Z,Y dan M. Sementara 6 pelaku lainnya masih di bawah umur, dan akan menjalani pembinaan. (muh fadly/pojoksulsel)

loading...
Click to comment
To Top