Loh.. Kompolnas Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penahanan Jessica. Ada Apa? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Loh.. Kompolnas Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penahanan Jessica. Ada Apa?

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penetapan tersangka terhadap Jessica Kumala Wongso atas kematian Wayan Mirna Salihin, menyita perhatian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Sabtu malam, tiba-tiba Kompolnas mendatangi Markas Polda Metro Jaya untuk melihat pemeriksaan Jessica. Selain Kompolnas, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga sudah lebih awal memantau kasus tersebut, setelah menerima pengaduan Jessica.

Kedatangan Kompolnas ke Mapolda Metro Jaya, kata perwakilan Kompolnas Edi Hasibuan, sealin untuk memastikan prosedur penahanan Jessica dilakukan secara benar, juga untuk menanyakan perihal CCTV ke kepolisian.

Setelah mengunjungi Jessica, kepada awak media, perwakilan Kompolnas Edi Hasibuan mengatakan, rekaman CCTV di kafe tempat Mirna tewas bisa menjadi petunjuk utama polisi.

“Di CCTV terlihat gelas diangkat, ada gerakan memindahkan gelas, tapi lokasinya sangat jauh dari CCTV. Paling tidak itu bisa jadi petunjuk polisi,” kata Edi di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (30/1/2015).

Edi mengingatkan, jika memang petunjuk CCTV tersebut digunakan polisi, maka polisi harus benar-benar membuktikan ada kaitan Jessica di dalamnya. Tapi menurut Edi, hal tersebut merupakan kewenangan polisi untuk menjelaskan.

“Saya lihat penyidik memiliki kesimpulan bahwa mereka yakin betul Jessica itu tersangka, dan tentunya kami minta polisi jika sudah yakin maka penyidik harus siap,” katanya.

Untuk dikethui, setelah diciduk oleh polisi, Jesicca tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 09.10 WIB, Sabtu (30/1). Dia tiba dengan didampingi dua orang penyidik dan langsung masuk ke gedung Ditreskrimum. Kepada wartawan Jessica bungkam.

Jessica sudah ditetapkan sebagai tersangka ‘Kopi Maut Mirna’. Mirna tewas usai meminum kopi yang telah dibubuhi sianida. Saat itu, pada Rabu (6/1), dia sedang bercengkerama dengan dua sahabatnya, Jessica dan Hani, di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Town. (ril/pj1)


Click to comment
To Top