Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harusnya Didukung, Bukan Diperdebat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harusnya Didukung, Bukan Diperdebat

FAJAR.CO.ID,  JAKARTA — Polemik pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung seharusnya tidak perlu diperdebatkan. Harusnya didukung sepenuhnya untuk kemajuan perekonomian bangsa dan teknologi tanah air.
“Sejarah ini kalau berhasil dibangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Dan ini hanya ada dizaman Presiden Jokowi,” kata Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat dapil Sulsel 3, Dr Ir H. Bahrum Daido, M.Si.
Mari kita lihat kereta api sekarang ini, kata Bahrum, adalah model kereta dari sejak zaman Belanda. Hanya saja dipoles agar tetap cantik dan relnya pun hanya ditambah menjadi ganda. Padahal tiap tahun APBN mengalokasikan anggaran cukup besar untuk perkeretaapian, yakni sampai Rp7-10 triliun.
Untuk itu, Bahrum gebrakan adanya kereta cepat dapat menjadi titik awal kemajuan teknologi bangsa, khususnya disegi perkeretaapian. “Siapa tahu kedepan dengan adanya teknologi ini, Indonesia juga bisa investasi sendiri,” sebutnya.
Dengan menggunakan dana sharing, yang 75 persen ditanggung oleh Bank Pembangunan Tiongkok, sedangkan 25 persen dari konsorsium BUMN. Maka ini tentunya tidak perlu dipermasalahkan.
Hanya saja, kata Bahrum, Dirinya kecewa kepada Presiden Jokowi yang mengeluarkan Perpres 3 Tahun 2016 yang isinya tidak mau ikut campur dalam menanggung beban. Seakan-akan Presiden lepas tanggungjawab terhadap pembangunan kereta cepat. Padahal itu salah. Seharusnya Presiden Jokowi bertanggungjawab atas keberhasilan pembangunan kereta cepat ini.
Bahrum juga menilai Menteri Pehubungan Ignasius Jonan seakan-akan tidak mendukung pembangunan kereta cepat ini. Padahal dari Jakarta ke Bandung adalah tahap awal. Dari Bandung bisa dikembangkan ke sejumlah kota besar di Pulau Jawa bakan sampai di Surabaya.
“Kalau gagal ya merupakan kegagalan anak bangsa juga sebab ada BUMN yang dibawahi Presiden Jokowi ikut didalamnya,” ujar mantan Bupati Luwu ini kepada Fajar Media Center (FMC), Minggu 31 Januari 2016.
Bahrum berharap semua pihak, baik menteri dan masyarakat Indonesia mendukung pembangunan kereta cepat. “Jangan dipermasalahkan izin pembangunan, izin konsesi. Seharusnya investasi ini jangan dihambat. Toh ini adalah kebanggaan Pak Presiden Jokowi dan masyarakat Indonesia,” sebutnya.(idr/fmc)

To Top