Kunjungan Kerja Anggota DPR RI, Rohany Vanath Blusukan ke Pasar Tradisional Ambon – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Kunjungan Kerja Anggota DPR RI, Rohany Vanath Blusukan ke Pasar Tradisional Ambon

FAJAR.CO.ID, AMBON- Anggota DPR RI dari Fraksi  PKB, Rohany Vanath melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihan Ambon, Sabtu (30/1) kemarin. Kunjungan tersebut difokuskan pada di tiga pasar tradisional, Mardika, Tagalaya dan Pasar Passo.

Dalam blusukan itu, Rohany juga melakukan diskusi aktif bersama para pedagang dan pembeli. Hasilnya, pedagang mengeluhkan beberapa kendala terkait masalah penjualan.

Kepada wartawan, Rohany mengungkapkan, masalah yang paling dikeluhkan adalah pengaturan posisi pasar seperti di Pasar Tagalaya, kurang stabilnya harga produk, hingga kurangnya stok daging.

Dikatakan, masalah pertama terjadi di Pasar Tagalaya. Letak posisi pasar yang kurang strategis menyebabkan rendahnya perputaran uang di pasar tersebut.

Hal itu juga diperparah dengan infrastruktur parkir yang kurang memadai dan akses transportsi menuju pasar. Pembeli dari Benteng hingga Latuhalat lebih memilih langsung ke Pasar Mardika karena trayek angkutan tidak menyinggahi pasar Tagalaya.

“Mereka mengaku sangat sulit mendapatkan banyak pembeli. Penyebabnya, posisi pasar yang kurang strategis, fasilitas parkir hingga akses transportasi. Karena kekurangan tersebut pembeli kebanyakan memilih langsung ke Pasar Mardika,” ungkap Rohany disela-sela kunjungan di tiga pasar.

[NEXT-FAJAR]

Selain itu, lanjutnya, masalah yang juga menjadi kritik pedagang adalah kurang stabilnya harga ikan dan sayuran. Apabila terjadi cuaca buruk, maka harga ikan langsung melonjak. Pedagang sulit memperoleh ikan dari nelayan sehingga jumlahnya berkurang di kalangan pedagang. Kondisi itu mempengaruhi lambatnya penjualannya.

Hal yang sama juga untuk sayuran dan hasil pertanian lain. Harga beberapa jenis sayuran yang dijual di pasar tradisional Ambon kadang tidak stabil, misalnya kol, kentang, wortel, cabai, bawang dan lainnya. Hasil pertanian ini diperoleh dari luar Maluku, sehingga apabila jika terjadi masalah distribusi maka jumlahnya akan berkurang dan harganya langsung tinggi.

“Menurut mereka, jika harganya terlalu tinggi maka penjualannya tidak lancar. Ini yang kadang membuat pedagang rugi,” katanya.

Dan yang penting, kata Rohany, pedagang juga mengeluhkan minimnya stok daging sapi dan ayam di Kota Ambon. Masalah tersebut membuat harga daging melonjak. Bahkan pada beberapa kasus, harga daging bisa naik hingga dua kali lipat.

“Itu karena sulitnya memperoleh daging. Misalkan saat ini, pedangang mengaku, jumlah daging masih sangat terbatas. Mereka berharap pemerintah bisa ikut menyediakan stok daging sapi dan Ayam di Maluku,” ujarnya, mengutip pernyataan pedagang.

Semua aspirasi tersebut, kata Rohany akan dijadikan masukan untuk bersama-sama pemerintah daerah mencarikan solusi dan kebijakan strategis. (klm)

 

 

loading...
Click to comment
To Top