MK Minta 5 Saksi, Rumah Kita Siapkan 15 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

MK Minta 5 Saksi, Rumah Kita Siapkan 15

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perkara Perselisihan hasil Pemilihan (PHP) Kepala Daerah Kabupaten Muna dilanjutkan ke persidangan pokok perkara oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (1/2) pukul 13.30 WIB.

Dalam sidang ini, MK akan mendengarkan keterangan ahli dan saksi dari pihak Termohon yakni KPUD Kabupaten Muna, pihak Pemohon pasangan Rusman Emba – Malik Ditu (Rumah Kita), pihak Terkait pasangan dr. Baharuddin – La Pili (Dokter PilihanKu) dan Bawaslu.

“Sidang mendengarkan keterangan saksi akan dimulai tanggal 1 Februari 2016,” ungkap Juru Bicara MK, Fajar Laksono Soeroso di Gedung MK, Jakarta.

Dalam sidang nantinya, semua pihak hanya diperbolehkan untuk mengajukan lima orang saksi dan ditambah dengan satu ahli. Hingga pada saat jalannya sidang nantinya MK hanya akan mendengarkan 18 keterangan dari saksi dan ahli.

“Masing-masing lima (saksi). Ini dalam hitungan yang wajar-lah. Bisa saja mungkin pemohon tidak mengajukan lima saksi, tapi kurang dari itu,” jelasnya.

Dikatakan, selain mendengarkan keterangan saksi dan ahli, MK juga nantinya bisa meminta keterangan Bawaslu khususnya terkait dengan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi selama Pilkada.

Sementara itu, Kuasa Hukum pasangan Rumah Kita, Bariun SH selaku pihak Pemohon dalam sidang nanti mempersiapkan sebanyak 15 orang saksi. “MK minta lima saksi, tapi kita coba siapkan 15 orang saksi. Dengan harapan, dalam sidang berikutnya nanti kita bermohon lagi untuk bisa diajukan lima saksi,” jelas Bariun.

Bariun menjelaskan, dalam proses sidang mendengarkan keterangan saksi ini MK memperketat dalam hal persyaratan formil. Nah, bagaimana pihak pemohon ingin memberikan pembuktian kalau jumlah saksi-saksinya dibatasi hanya lima orang?.

“Sekarang kalau sudah tingkat tahap II sudah masuk pembuktian, bagaimana pemohon mau memberikan pembuktian dalil-dalil kalau saksinya terbatas sebagaimana dalil yang kita sampaikan disidang sebelumnya,” jelasnya.

[NEXT-FAJAR]

Namun demikian, Bariun berharap MK nantinya masih bisa memberikan ruang untuk dapat membuktikan kejadian-kejadian yang terjadi dilapangan sehingga proses pilkada yang dilaksanakan dapat berjalan secara luber dan jurdil.

“Artinya banyak hal yang prinsip yang ingin disampaikan, seperti adanya mobilisasi pemilih dari Kabupaten Buton Tengah ada 18 orang yang dimobilisasi sebagaimana terungkap di sidang, ada juga dari Kabupaten Konawe Selatan 14 orang, kalau dijumlahkan sudah 32, bagaimana dengan yang lain-lain? Nah, ini dulu yang akan kita buktikan nanti,” bebernya.

Pihaknya sangat berharap sebagaimana kewenangan MK dalam menetapkan sesuai permohonan yang dilayangkan oleh Rumah Kita “Yang paling krusial kami berharap MK memutuskan untuk dilaksanakan PSU di beberapa tempat yang dianggap terjadi pelanggaran-pelanggaran yang mempengaruhi hasil,” tutupnya. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top