Ada Tempat Kemusyrikan Pada Peletakan Batu Masjid Jemaah An-Nadzir – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Ada Tempat Kemusyrikan Pada Peletakan Batu Masjid Jemaah An-Nadzir

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR  — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid jemaah An-Nadzir, Senin 1 Februari. Peletakan batu pertama tersebut menandakan resminya pembangunan masjid yang terletak di Mawang, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bonto Marannu, Gowa.

Setibanya di lokasi pembangunan masjid, Syahrul langsung melakukan peletakan batu pertama. Sekda Gowa, Muhlis turut mendampingi.

Usai melakukan peletakan batu pertama, Syahrul diajak ke aula jemaah An-Nadzir. Aula yang dimaksud berupa ruang terbuka yang di depannya terdapat sebuah bangunan kecil beratap seng. Posisinya sengaja dibuat tinggi. Syahrul bersama pejabat penting lainnya diajak duduk di atas bangunan tersebut

Ada beragam fakta menarik yang terkuak dari peletakan batu pertama masjid jemaah An-Nadzir, Senin 1 Februari itu,  Salah satunya fungsi batu di tempat pertemuan jemaah An-Nadzir.

Penanggungjawab An-Nadzir, Lukma A Bakti, menyampaikan, sebelum An-Nadzir datang, batu yang diduduki Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo itu dulunya tempat kemusyirikan.

“Di sini masih ada lobang tempat membakar lilin. Di sini ada dulu namanya ritual mappalili. Di sini, orang-orang terdahulu melakukan penyembelihan kerbau. Setelah itu berpesta pora dan mabuk-mabukan,” ungkap Lukman.

Setelah An-Nadzir tiba pada 2007 lalu, semua itu hilang. “Kami tidak pernah merencanakan bahwa kami hadir di sini. Ini adalah bagian dari rencana Allah,” lanjutnya.(Yusriadi/fajaronline.com)

To Top