Astaga! Geng Motor Kepergok Mesum di Halaman Masjid – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Astaga! Geng Motor Kepergok Mesum di Halaman Masjid

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Anggota geng motor berinisial F (28) nekat ngeseks dengan remaja berinisial AM di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kini, foto-foto keduanya sedang berhubungan badan beredar di media sosial. Di foto tersebut, F dan AM terlihat duduk di bawah pohon besar beralaskan spanduk iklan minyak goreng.

F tampak mengenakan berkaos hitam duduk setengah berselonjor. Celananya sudah dibuka. Di sisi F, tampak AM terlihat tanpa busana. Dalam foto yang beredar, keduanya menunduk di bawah tatapan seorang petugas kepolisian yang memergoki aksi mereka.

Latar dalam foto itu sangat mengganggu. Pohon besar dan corak pagar yang familiar. Warga Banua yang pernah ke Banjarmasin pasti tahu bahwa pagar tersebut adalah bagian dari pagar yang mengelilingi areal masjid raya paling dibanggakan di Kalsel, Masjid Sabilal Muhtadin.

Sontak, publik pun dibuat mengelus dada. Kejadian yang diduga terjadi Minggu (31/1) malam, sekitar pukul 00.00 itu memang  terasa memukul nurani publik. Apalagi masyarakat Kalsel telah lama dikenal sebagai masyarakat religius.

Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin (grup pojoksatu.id), aksi bejat F dan AM dipergoki pengguna motor yang sedang melintas di luar pagar masjid. Pengguna motor melihat F dan AM sedang berhubungan badan di bawah pohon.

Pengguna motor itu kemudian melaporkan aksi tak senonoh itu ke pos polisi. Seorang polisi lalu lintas dari Polsek Banjarmasin Tengah pun mendatangi lokasi kejadian.

“Saat itu, lelakinya dalam keadaan mabuk,” ucap sumber Radar Banjarmasin.

Menurut sumber, AM masih remaja dan memiliki keterbelakangan mental. Namun, AM tetap bisa berkomunikasi dengan baik.

Kepada petugas, AM mengatakan  mereka sudah beberapa jam berada di halaman masjid. Rupanya si lelaki mengalami masalah dengan ejakulasi. Dia sulit ejakulasi.

“Saking lamanya, si lelakinya berusaha menggunakan pelumas agar cepat keluar. Di lokasi ditemukan lotion nyamuk dan kecap,” tambahnya.

Yang lebih gila lagi, AM mengaku kepada polisi melakukan oral sekss dengan kecap itu. Setelah oral, mereka lalu berhubungan badan. Namun, di lelaki sulit ejakulasi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Masjd Raya Sabilal Muhtadin, M Amin membenarkan kejadian  tersebut.

“Kami baru tahu ada temuan itu setelah pihak kepolisian datang dan mengamankan kedua pasangan bejat itu,” jelas M Amin.

Diakui Amin, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di masjid itu.  Beberapa tahun lalu, juga pernah terjadi kasus serupa di halaman masjid. Mudahnya mereka masuk karena faktor kurangnya penerangan.

“Entah loncat atau manjat tak ada yang tahunya dari mana jalan masuk,” kata M Amin yang mengatakan seluruh pintu masjid ditutup  sejak pukul 9 malam.  Petugas keamanan pun hanya bertiga yang bergilir dalam tiga shift.

Ditambahkan Amin, bukan hanya permasalahan anak muda  mesum saja yang meresahkannya sebagai pengurus masjid di tengah-tengah kota itu. Kumpulnya anak-anak geng motor yang kerap nongkrong di Sabtu malam pun menjadi keresahan tersendiri. Sebab mereka kencing sembarangan di pagar masjid.

“Kami tidak melarang mangkal di depan Masjid, tapi alangkah baiknya kalau kencing jangan di kawasan tempat ibadah, cari tempat yang lain,” ucapnya yang mengatakan botol minuman keras sering didapati petugas kebersihan pada pagi Minggu.

Dikonfirmasi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol  Wahyono, membenarkan kejadian penangkapan  pasangan mesum tersebut. Dia mengatakan keduanya tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal yang menetap.

Saat ini baik F maupun AM  sedang dalam proses pemeriksaan oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Banjarmasin. Si lelaki jelas Kapolresta dipersangkakan telah melanggar pasal 81 ayat 2 uu no 35 UU No 2014 pasal 81 ayat (2) UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Kapolresta yang juga mengaku miris dengan kejadian ini kemudian mengimbau  perlu dilakukan peningkatan pengawasan dan pembinaan kepada masyarakat yang dilakukan oleh para stakeholder. “Khususnya tuna wisma,” katanya.

Kepada masyarakat Banjarmasin, Wahyono juga mengimbau untuk secara aktif  memberikan kontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat ibadah, tempat bermain maupun di fasilitas umum. (lan/by/ran/ps)

Click to comment
To Top