PKS Bakal Usung Deddy Mizwar di Pilgub Jabar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

PKS Bakal Usung Deddy Mizwar di Pilgub Jabar

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang menyeleksi kandidat yang akan diusung pada Pemilihan Umum Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKS Jabar Ahmad Syaikhu mengatakan, pihaknya terus mencari sosok yang tepat untuk diusung pada Pilgub Jabar mendatang. “Penjaringan awal sudah mulai dilakukan. Siapa sosok figur yang layak diusung. Kami melakukan penjaringan-penjaringan sejak awal melalui pemilu raya di kader,” kata Syaikhu, seperti dikutip dari Radar Bandung, Selasa (2/2).

Berdasarkan penjaringan tersebut, Syaikhu mengaku menerima banyak nama yang berpotensi diusung sebagai pemimpin Jabar. Meski begitu, Syaikhu enggan menyebut nama siapa saja yang mengemuka tersebut. “Sosok banyak yang masuk,” katanya.

Namun, pihaknya memastikan akan mendorong tokoh dari internal PKS untuk maju sebagai calon Gubernur Jabar. “Kader PKS harus maju dalam kepemimpinan di Jabar. Proses suksesi dan pergantian kepemimpinan di Jabar ini berkesinambungan dan kami berharap pengganti Ahmad Heryawan ini mampu melanjutkan pembangunan sekarang,” tuturnya.

Sementara Kepala Bidang Polhukam DPW PKS Jabar Sadar Muslihat mengatakan, sosok yang akan diusung pada Pilgub Jabar mendatang kemungkinan besar berasal dari elite politik saat ini. “Tinggal lihat di elite politik sekarang, enggak akan jauh-jauh,” kata Sadar.

Nah, saat disinggung peluang Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Sadar menilai Deddy merupakan sosok yang berpeluang paling besar untuk diusung partainya pada Pilgub Jabar 2018. Selain memiliki popularitas yang tinggi di masyarakat, Deddy pun memenuhi kriteria PKS terkait kelanjutan pembangunan di Jabar saat ini.

Oleh karena itu, kata Sadar, pihaknya akan berusaha menggandeng partai lain yang memiliki ketertarikan sama terhadap Deddy. Saat ini, lanjut Sadar, PKS hanya membutuhkan satu kursi di DPRD Jabar agar bisa mengusung kandidat pilgub.

“Sekarang (di DPRD Jabar) 12 kursi, harus berkoalisi, kurang 1 kursi. Gampang-gampang susah. Kalau aturannya tidak berubah, minimal 13 kursi,” pungkasnya. (agp/adk/jpnn)

Click to comment
To Top