Anggota DPRD Bursel Ini Ngomong, Cerai Istri Karena Mau Nyaman dan Tenang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Anggota DPRD Bursel Ini Ngomong, Cerai Istri Karena Mau Nyaman dan Tenang

FAJAR.CO.ID, AMBON- SL, salah satu anggota DPRD di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) langsung membatah semua pengkuan istrinya soal gugatan cerai yang dilayangkan. Menurutnya alasan perceraian bukan karena ada wanita idaman lain, melainkan karena mau nyaman dan tenang.

“Saya juga mau nyaman dan tenang. Persoalan rumah rumah tangga adalah persoalan hati, kenyamanan,” ungkapnya, Rabu (3/2).

SL yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Bursel mengaku, proses perceraiannya murni merupakan hak privasi yang tidak bisa diungkap ke publik ataupun pengadilan. Bahkan sebelum masuk ke meja hijau, SL mengaku sudah berdiskusi dengan keluarga besar masing-masing pihak.

Bantahan SL juga disampaikan terkait pengakuan istri yang mengatakan keduanya merayakan Natal bersama-sama. “Tidak benar saya habiskan waktu Natal bersama istri dan anak-anak, Karena jauh sebelum Natal tiba, beberapa bulan lamanya, saya sudah tidak serumah lagi dengan mereka. Saya tinggal di rumah saudara perempuan saya,” bantanhnya.

BACA JUGA: Kasihan.. Isteri Anggota DPRD Bursel ini Dicampakan Setelah Suami Gandeng Wanita Baru

Meski begitu, SL tidak membantah jika sudah mengangkut sofa-sofa dari rumah yang ditempati istri dan anak-anaknya. Katanya sofa-sofa tersebut sengaja dipindahkan ke rumah saudaranya agar bisa menerima para tamu yang datang.

“Malamnya saya sudah bicara berdua dengan istri. Saya meminta anak laki-laki saya untuk membawa kursi tersebut besok paginya,” akunya.

SL mengaku tersingung dengan tuduhan sepihak sang istri yang menyatakan bahwa dirinya melakukan pemaksaan, agar istrinya menandatangani surat pernyataan yang dibuatnya. Faktanya, sang istri yang lebih dulu membuat surat pernyataan.

[NEXT-FAJAR]

Dimana dalam poin surat mengatakan keinginan istrinya untuk memiliki rumah dan mobil serta harta lainnya. Dan hal itu disanggupinya. Dengan begitu, SL berharap hal yang sama juga dengan memberikan surat pernyataan yang dikonsepkannya tersebut kepada istri. Namun sayang istrinya menolak.

“Ada kesepakatan antara kita, harta diberikan, proses perceraian dilakukan dan dia tidak boleh membatasi saya bertemu anak-anak nanti,” ucap SL.

Sementara itu, istri SL, Ny Sarce Lea Lesnussa (45) yang dikonfirmasi menyangkut pemaksaan pendatangann surat pernyataan itu membeberkan seluruh poin surat tersebut.

Ny. Sarce membacakan isi surat tersebu. Yang bertanda tangan dibawah ini, nama SLL, nyatakan bahwa dalam perjalanan pernikahan saya dengan saudara SL, sering terjadi percecokan. Dan itulah yang membuat kami tidak lagi sehati dan dengan sendirinya timbul rasa tidak nyaman dalam diri saya. Oleh karena itulah, saya menyatakan sikap iklas bercerai, memutuskan hubungan perkawinan yang diterbitkan oleh dinas kependudukan dan catatan sipil.

“Itulan isi surat yang suami paksakan untuk saya tandatangan. Saya menolak, karena itu tidak benar. Malam itu dia paksan saya agar kembalikan surat itu. Saya menolak dan katakan bawah surat ini akan menjadi bukti nanti. Bahkan mengancam mau pecat saya dari PNS,” ungkap Ny Sarce.

Ny Searce juga membantah jika suaminya mengatakan tidak mengikuti ibadah Natal bersama. Menurutnya, karena di tanggal 25 Desember 2015, usai ibadah Natal di gereja, suaminya kembali ke rumah dan suaminya bersama dengan dia dan anak-anak berdoa syukur Natal. Bahkan sempat makan bersama kami, dan menyalami saudara-saudara kami yang berkunjung.

“Saya tidak inggin berdebat. Terlalu banyak fakta yang diputar balikan suami saya. Tetapi apapun itu, dia tetap suami saya dan ayah dari anak-anak saya. Kalau saya meminta rumah, mobil dan harta lainnya, itu semua untuk anak-anak, bukan pribadi saya. Saya sudah cukup bersyukur dengan gaji sebagai PNS. Tetapi anak-anak harus memiliki jaminan masa depan,” tandasnya. (iqi/FO)

 

 

To Top