Keluarga Korban Hendak Hakimi Terdakwa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Keluarga Korban Hendak Hakimi Terdakwa

FAJAR.CO.ID, TEMANGGUNG, RAJA – Sidang kasus pembunuhan nenek Suliyem di Pengadilan Negeri Temanggung Rabu (3/2) nyaris ricuh. Keluarga korban yang tak kuasa menahan emosi hendak menghakimi para terdakwa pembunuhan. Keluarga juga meminta  majelis hakim memberikan hukuman mati.

“Pokoknya harus dihukum mati,“ teriak keluarga nenek Suliyem di Pengadilan Negeri Temanggung, saat melihat ketiga terdakwa.

Ketiga terdakwa adalah Zainal Abidin, Agus Kustantomo dan Faktur Rohman yang kesemuanya warga Pasuruan, Jawa Timur. Saking geramnya beberapa  keluarga terlihat hendak memukuli ketiga terdakwa, namun aksi keluarga Suliyem mampu diredam  oleh pihak kepolisian.

Anak korban Iswati (42) yang ikut dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut mengaku tidak terima dengan perlakuan sadis ketiga terdakwa yang menghilangkan ibunya.

“Kalau ingat kejadian saya benar-benar benar tidak terima, harus dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu dihukum mati,” tegasnya sambil berlinang air mata.

Sementara itu sidang perdana kasus pembunuhan nenek Suliyem kemarin yang dipimpin Susilo Dyah Caturini SH  mengagendakan pembacaan dakwaan dan mendengar kesaksian dari pihak korban.

Jaksa penuntut umum menghadirkan 4 orang saksi yaitu Iswati dan Kispariyati (keduanya anak korban), Rizana Aksa tetangga korban serta Amelia Diah saksi yang melihat mobil terdakwa.

Dalam dakwaannya, JPU mendakwa ketiga terdakwa dengan pasal 339  yaitu tentang pembunuhan dengan pencurian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Dari keterangan saksi-saksi, dua saksi yaitu Rizana Aksa dan Amelia Diah orang melihat mobil terdakwa, keterangan tersebut untuk menguatkan dakwaan, kita juga hadirkan barang bukti seperti baju korban, handphone milik korban dan lakban,” ungkap Musriyono SH selaku JPU dalam persidangan tersebut.

Diungkapnya, agenda sidang akan dilanjutkan Rabu pekan depan dengan mendengar keterangan dari pihak kepolisian yang melakukan penangkapan, yaitu petugas dari Sragen.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan nenek Suliyem terjadi pada pertengahan November 2015 lalu. Kala itu nenek Suliyem yang  hendak menuju warung  miliknya, ditawari pengobatan alternatif di dalam mobil para terdakwa. Di dalam mobil, nenek Suliyem mengalami penganiyaan hingga tewas, sementara perhiasannya dibawa kabur oleh kawanan pencuri.

Jasad nenek 68 tahun tersebut kemudian dibuang di areal perkebunan kosong di lingkungan Ban Asri, Kelurahan Kowangan, Kecamatan Temanggung. (din/RAKYATJATENG)

 

 

loading...
Click to comment
To Top