Tiga Warga Majene Meninggal Diserang DBD – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Tiga Warga Majene Meninggal Diserang DBD

FAJAR.CO.ID, MAJENE — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene harus bekerja ekstra menangani kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di tiga wilayah, yaitu Kecamatan Banggae Timur, Kecamatan Sendana, dan Kecamatan Ulumanda.
Meski pemkab Majene belum menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Dinkes melihat lonjakan kasus DBD sebulan menjadi 30 kasus, dan tiga diantaranya meninggal dunia.
Dinkes melihat sudah bisa dikategorikan KLB. “Kita masih survei kasus di lapangan semuanya, baru kita usulkan SK KLB ke Bupati,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dr Evawaty.
Evawaty melihat lonjakan kasus DBD sangat dipengaruhi perilaku hidup bersih masyarakat, dengan meminimalisir genangan air. “Ini kan musim kering yang panjang, tiba-tiba hujan, masyarakat tidak mengatisipasi itu, sehingga dengan mudah jentik nyamuk mudah berkembang biak,” tuturnya.
Padahal Dinkes juga mengeluarkan himbauan terkait antisipasi DBD ini. “Sudah lama kita himbauan untuk peningkatan kewaspadaan. Saat ini Puskesmas melakukan kewaspadan dini, termasuk semua anak umur anak, apalagi kebetulan yang kena itu rata-rata anak untuk melapor ke Puskesmas. Puskesmas juga harus survei dan melihat kondisi rumahnya,” katanya.
Dinkes Majene telah menurunkan tim untuk melakukan fogging, untuk mengantisipasi penyebaran DBD ini. “Fogging telah dilakukan, untuk jangka panjangnya cara 3M yaitu menutup, menguras, dan menimbun,” urainya. (Ilham Wasi/fajaronline)

 

 

loading...
Click to comment
To Top