Pelantikan Bupati Konsel Tunggu Petunjuk Mendagri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Pelantikan Bupati Konsel Tunggu Petunjuk Mendagri

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Teka-teki kapan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel) terpilih Surunuddin Dangga – Arsalim masih tanda tanya. Pasalnya, pengusulannya membuat bingung tujuh keliling Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sultra, Ali Akbar.

Alasannya, pasangan berakronim SUARA itu terbelit persoalan administrasi belum adanya pengunduran diri permanen Wabup terpilih Arsalim dari posisi sebagai aparatur sipil negara (ASN), dan kini masih diproses ke Mahkamah Agung (MA) menyusul dikabulkannya gugatan pasangan Muhammad Endang-Nurfa Thalib di Pengadilan Tinggi (PT) Tata Usaha Negara (TUN) Makassar.

Adanya persoalan itu membuat Pemprov Sultra tak mau ambil resiko mengusulkan pasangan Surunuddin-Arsalim ke Mendagri untuk diterbitkan SKnya sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Padahal, berdasarkan jadwal Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) pelantikan calon bupati dan wakil bupati terpilih di Konsel masuk pada tahap satu, dilantik 15 Februari 2015, bersamaan dengan Buton Utara, Konawe Kepulauan, dan Kolaka Timur.

Ali Akbar pun mengaku kebingungan dengan persoalan yang membelit pengusulan pasangan Surunuddin Dangga-Arsalim. Olehnya, Pemprov Sultra akan berkonsultasi dan meminta petunjuk Mendagri. “Untuk pasangan Surunuddin-Arsalim sebelum petunjuk dari Kemendagri, kami tidak akan mengusulkannya,” katanya Ali Akbar kepada wartawan KendariPos.Co.Id, Jumat siang (5/2).

Sementara untuk tiga pasangan calon lainnya yakni,  Abu Hasan-Ramadio (Buton Utara), Amarullah-Muhammad Lutfi (Konawe Kepulauan ), H Tony Herbiansyah-Andi Merya Nur ( Kolaka Timur) segera akan diusulkan. “Sebenarnya usulannya akan kami antarkan hari ini. namun karena mulai Sabtu besok libur maka nanti Selasa pekan depan kami antar ke Kemendagri,” kata Ali Akbar.

Belum diusulkannya pasangan Surunuddin Dangga-Arsalim berpasangan dengan tiga calon bupati terpilih lainnya membuat membuat sejumlah pengurus Golkar di Konsel bersuara keras. Sebagai partai utama pengusung pasangan Surunuddin-Arsalim, mereka sulit menerima alasan Pemprov Sultra belum mengusulkan pasangan Surunuddin-Arsalim.

“Saya kira, alasan soal masih adanya persoalan hukum yang diajukan pasangan lain, tidak boleh jadi kendala usulan pelantikan karena semua syarat administrasi pasangan Surunuddin-Arsalim sudah terpenuhi,” kata Samsu, anggota Fraksi Golkar DPRD Konsel, kemarin. Syarat yang dimaksud Samsu adalah soal keputusan KPU soal kemenangan pasangan tersebut, penetapan dari DPRD Konsel dan yang lain.

[NEXT-FAJAR]

Kader Golkar lainnya, H Bahasmi malah menuding Pemprov Sultra terlalu jauh mencampuri urusan Pilkada di Konsel. Padahal menurutnya, semua orang tahu bahwa Konsel sudah punya pemimpin baru, hasil Pilkada 2015 lalu. “DPRD sudah tetapkan, kami juga sudah usulkan ke Kemendagri lewat Gubernur, jadi apa lagi yang mengganjal?,” tukas anggota Komisi I DPRD Konsel ini.

SementaraKetua Golkar Konsel, Irham Kalenggo memilih tidak berkonfrontasi langsung dengan Pemprov Sultra. Harapannya, pelantikan bisa dilakukan secepatnya, karena masyarakat di Konsel saat ini sudah gelisah menunggu kapan pimpinan yang mereka pilih dilantik. Irham berharap agar dalam kasus Pilkada Konsel, proses politik dan proses hukum bisa jalan bersamaan. Artinya pihaknya sangat berharap pemerintah Provinsi untuk melanjutkan dokumen tersebut ke kemendagri untuk segera disahkan. “Kami harap Gubernur tetap melanjutkan usulan pengesahan ke Kemendagri,” katanya.

Berbeda dengan pengurus Golkar Konsel, Muhammad Endang, pasangan Bupati Konsel yang menggugat ke PTUN Makassar, tegas meminta Gubernur Nur Alam tidak mengusulkan pelantikan pasangan Surunuddin Dangga-Arsalim. “Selama belum ada putusan dari MA, tidak ada alasan untuk melantik pasangan Surunuddin Dangga-Arsalim,” Ujar Muhammad Endang, didampingi kuasa hukumnya Masri Said dan Ibrahim, Kamis (4/2).

Demikian halnya Ibrahim SH, Kuasa Hukum Muh Endang, berharap masyarakat paham bahwa PT TUN juga punya yuridiksi menyidangkan masalah Pilkada, sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015. Artinya, putusannya juga punya kekuatan hukum. “Nah, karena urusan ini belum kelar, dan masih menunggu kasasi di MA, sebaiknya proses politik di Pilkada Konsel juga dihentikan sementara, hingga ada keputusan yang membatalkan putusan PT TUN Makassar,” kata Ibrahim SH.

Sebelumnya, PT TUN Makasar telah mengabulkan gugatan pasangan Muhammad Endang-Nurfa Thalib, agar KPU Konawe Selatan mencabut keputusannya terkait penetapan Arsalim sebagai calon wakil bupati Konawe Selatan untuk berpasangan Surunuddin Dangga pada Pilkada Konawe Selatan 2015. Atas putusan PT TUN tersebut, KPUD Konawe Selatan, saat ini melakukan banding di Mahkamah Agung sehingga, putusan yang tertinggi saat ini masih PT TUN Makassar, sebelum adanya putusan MA. (KP/hrm)

Click to comment
To Top