Oalaa.. Ada 186 Kasus KDRT Di Bulukumba – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Oalaa.. Ada 186 Kasus KDRT Di Bulukumba

FAJAR.CO.ID,  BULUKUMBA — Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Bulukumba, mencatat kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terlapor selama 11 bulan mencapai 186.

Dari sepuluh kecamatan di daerah ini, Kecamatan Ujungbulu mendominasi kasus tersebut sebanyak 72 kasus. Sedangkan di Kecamatan Ujungloe 17 kasus, Bontobahari 6 kasus, Bontotiro 4 kasus, Herlang 5 kasus, Kajang 11 kasus, Bulukumpa 15 kasus, Kindang 8 kasus, Rilau Ale 29 kasus, dan Gantarang 19 kasus.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak BPPKB Bulukumba, Hj St Ramlah mengatakan, kasus tersebut pada umumnya kekerasan terhadap istri dan anak baik fisik maupun psikis. Pemicu utama dari KDRT Tersebut bervariasi namun dari yang terlapor sejumlah besar faktor ekonomi. “Banyak penyebabnya tapi paling utama ekonomi, jarang yang faktor external seperti orang tua atau ipar,” jelasnya, senin 8 februari.

Dibandingkan yang terlapor, Ramlah yakin, jumlah kasus KDRT ibarat gunung es yakni jumlah yang tidak nampak jauh lebih banyak. Kebanyakan korban enggan melapor karena faktor tertentu seperti malu ataupun faktor sosial. “Biasanya korban tidak bekerja sehingga hidupnya bergantung pada suami. Selain itu juga mereka kadang tidak tahu mau melapor ke mana,” ujarnya.

Untuk pencegahan KDRT ataupun kekerasan terhadap perempuan dan anak, kata Ramlah pihaknya melakukan sosialisasi melalui forum yang dibentuk. Seperti forum anak dengan sasaran pelajar dan guru BK sebagai pendamping. Pertemuan lainnya melibatkan seluruh elemen masyarakat serta pihak terkait.

“Kalau kegiatan itu banyak. Jadi bukan hanya memberikan pemahaman terhadap perempuan yang cenderung menjadi korban tapi juga terhadap laki-laki,” katanya.

Agar kasus KDRT maupun kekerasan terhadap perempuan dan anak, maupun kasus perdagangan manusia dapat ditangani, pihaknya berharap korban melapor ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Sekedar untuk diketahui, kasus KDRT pada 2014 lalu mencapai 208 kasus. (Mustaqim/Fajaronline.com)

loading...
Click to comment
To Top