Ya Ampun.. 164 Anak di Makassar Jadi Pelacur dan Korban Pelecehan Seksual – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Ya Ampun.. 164 Anak di Makassar Jadi Pelacur dan Korban Pelecehan Seksual

FAJAR.CO.ID,  MAKASSAR – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (BPPA) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencatat dalam dua tahun terakhir terdapat 164 anak di bawah umur dilacurkan atau menjadi korban pedagangan manusia dan korban eksploitasi seksual.

Kondisi ini menjadi perhatian Pemkot Makassar, di mana kasus-kasus pelacuran yang melibatkan anak-anak kian marak di Makassar. Data ini berdasarkan hasil riset BPPA ini bekerjasama dengan lembaga YKPN Ornop dan The Asia Foundation.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemerintah Kota Makassar Tenri Andi Palallo mengatakan, bahwa riset yang dilakukan masih belum tuntas. Dia menargetkan riset akan rampung hingga tahun 2017 yang dimulai tahun 2014 lalu.

Menurutnya, dalam riset juga tentunya akan melihat sejauh mana potensi pedagangan manusia (trafficking) yang melibatkan sejumlah usaha tempat hiburan malam. Namun, hal ini menjadi langkah Pemkot untuk meminimalisir terhadap anak yang menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking).

“Kami sangat prihatin. Untuk sejauh ini kami masih melakukan pendataan seluruh tempat hiburan malam termasuk hotel yang memiliki diskotek atau tempat dugem. Jadi, langkah ini kami lakukan untuk meningkatkan pengawasan anak agar terhindar dalam praktik pelacuran dan diperdagangkan,”ujar Tenri kepada pojoksulsel.com.

Dia menambahkan, berdasarkan data Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar menunjukkan jumlah anak perempuan di Makassar sebanyak 53.808 orang dan 57.628 anak laki-laki untuk tahun 2014-2015.

Hal ini tentu menjadi kawaspadaan orangtua untuk mengawasi anaknya. Dalam banyak kasus, anak-anak yang telah menjadi korban dilacurkan berpotensi terinfeksi penyakit menular seksual. (muh asrul/pojoksulsel)

To Top