Dewan Nilai Dinkes Tak Tanggap Tangani DBD di Majene – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Dewan Nilai Dinkes Tak Tanggap Tangani DBD di Majene

FAJAR.CO.ID, MAJENE — Komisi III DPRD Kabupaten Majene menilai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene lambat menangani kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ketua Komisi III DPRD Majene, Adi Aksan, pun segera akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengevaluasi kinerja Dinkes. “Saya akan RDP, untuk membicarakan antisipasi DBD, bukan hingga jauh ke depan,” ujarnya.

Ia melihat Dinkes kurang tanggap menanggani DBD, apalagi Kabupaten Majene, telah menjadi langganan tiap tahunnya. “Kita ini tiap tahun langganan DBD dan tiap kesempatan saya ingatkan,” tuturnya.

Mestinya Dinkes, kata Adi Aksan, sejak lama telah memetakan daerah potensi DBD. “Saya juga minta agar dipetakan daerah rawan DBD, agar bisa antisipasi. Jangan kebakaran atau kena dulu baru berpikir,” jelasnya.

Dewan pun mengevaluasi kinerja Dinkes, termasuk melihat porsi anggarannya. “Jangan sampai anggaran tidak seimbang, kebutuhan internal banyak ke kantor, tidak berpihak ke publik,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Majene, dr Evawaty, mengaku sudah bekerja maksimal terkait antisipasi DBD ini.

“Selama ini kita bekerja, melatih kader-kader untuk menjadi surveillance, mendeteksi secara dini, desa siaga, dan ingatkan masyarakat agar waspada bila masuk musim hujan, menyiapkan abatisasi di Puskesmas Fogging pra kasus. Akan tetapi, ternyata daerah munculnya DBD itu di daerah baru,” tuturnya.

Saat ini Kasus DBD bertambah menjadi 43 kasus, Dinkes masih menunggu SK Bupati menetapkan kasus KLB. (Ilham Wasi/FAJARONLINE)


 

 

loading...
Click to comment
To Top