Dinsos Tak Maksimalkan Razia PSK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Dinsos Tak Maksimalkan Razia PSK

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Razia terhadap para Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Makassar tidak maksimal dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Makassar. Sehingga, jumlah PSK yang terdata sangat minim. Alasannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak memiliki ruang penampungan untuk merehabilitasi PSK yang terjaring. Padahal, keberadaan PSK semakin menjamur.

Tempat rehabilitasi yang dikenal dengan nama Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita  (PPSKW) Mattiro Deceng merupakan milik Pemprov Sulsel, yang harus menampung PSK dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Daya tampungnya hanya sampai 100 orang.

Kadis Sosial Kota Makassar, M Yunus Said, Rabu 10  Februari mengatakan jika ingin maksimal, bisa merazia hingga 20 orang PSK setiap bulan. Namun, itu tidak dilakukan. Sebab, pembinaan yang dilakukan di luar panti sangat beresiko dan potensi disoroti.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pembinaan di luar panti, kendati tidak maksimal.Pembinaannya mulai assesment,  home visit atau melakukan kunjungan ke lingkungan rumahnya.Hanya saja, lanjutnya,  karena banyak yang kos-kos, makanya petugas Dinsos harus hati-hati.

“Untuk jumlahnya, saya tidak hafal. Datanya di kantor,” ujarnya.

‎Yunus menjelaskan PSK yang terjaring berdasarkan dari aduan yang dianggap meresahkan masyarakat. Namun, mereka yang terjaring adalah yang mangkal mencari mangsa di pinggir-pinggir jalan jika sudah pukul 24.00 wita ke atas. Dinas Sosial jarang merazia wisma dan tempat-tempat hiburan lainnya.

“Kalau kita razia di kamar (wisma), susah dibuktikan kalau itu profesinya. Apalagi, mereka mengaku pasangannya atau pacarnya sendiri. Untuk penari telanjang tidak pernah kita dapat,” jelasnya.

Menurutnya, rata-rata yang jadi PSK adalah karena faktor ekonomi. Ada yang mengaku untuk menghidupi sang anak setelah ditinggal suami. ‎(lina arsyad/FAJARONLINE)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top